Ada Upaya Pembunuhan Karakter Mutya Hafidz Oleh KPID SUMUT pada Pemilu 2009

24 03 2009

meutyaKomisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara melalui Koordinator Bidang Pengawasan KPID Sumut, Ahmad Hambali Hutasuhut, dalam siaran pers KPID menyatakan, telah melayangkan surat teguran kepada Meutya Hafid dan Deli TV atas penayangan “The Meutya Hafid Show”.

KPID Sumut menduga ada blocking time atau membayar mata acara yang dilakukan Meutya dalam acara itu. Menurut KPID, tayangan ini melanggar undang-undang dan pedoman penyiaran karena menggunakan figur Meutya Hafid, yang saat ini merupakan caleg dari salah satu parpol.

Namun Meutya membantah adanya teguran tersebut, pihaknya sampai saat ini belum menerima surat teguran  resmi yang dimaksud. Ia juga dengan tegas menyatakan, dirinya murni diminta oleh Deli TV dan produser sebagai host, sesuai profesi yang masih digelutinya sampai saat ini, yakni presenter profesional.

Menurut Meutya, ada upaya pembunuhan karakter untuk memojokkan dirinya di mata publik terkait pernyataan KPID Sumut atas tayangan “The Meutya Hafid Show”.

“Hal ini tidak ada kaitannya dengan pencalegan saya. Dari segi content, saya juga tidak pernah mengkampanyekan diri ataupun parpol. Tudingan melakukan blocking time atas mata acara itu tidak berdasar, dan sudah mengarah pada upaya pencemaran nama baik. Saya tidak pernah membayar Deli TV untuk acara itu, justru saya dibayar oleh sponsor”, Meutya menegaskan, tadi siang.

“The Meutya Hafid Show” sendiri baru ditayangkan satu episode pada Kamis (12/3) lalu, pukul 17.30 hingga 18.00. Dalam tayangan perdana, Meutya mewawancarai Turunan Gulo, anggota KPU Sumut terkait masalah politik uang.

Pada tayangan perdana itu, topik yang diangkat memang cukup berani, mengingat praktik politik uang merupakan bentuk pelanggaran paling berat yang menodai pesta demokrasi di republik pada saat ini. Tayangan ini hanya salah satu kesempatan, sebagai langkah penegakan supremasi hukum terkait politik uang yang sedang terjadi di Sumut, yang sudah seharusnya dilakukan secara konsisten dan konsekuen.

“Saya sangat menyayangkan, mengapa baru tayang perdana saja, dipermasalahkan. Apalagi topik yang diangkat sangat penting untuk diketahui masyarakat. Politik uang sedang berkembang saat ini”, ujar Meutya yang mengaku baru mengetahui adanya teguran itu dari wartawan.

Lagipula, pada konsepnya, “The Meutya Hafid Show” merupakan talk show yang bukan saja membicarakan masalah politik, tapi juga masalah-masalah umum yang sedang berkembang di Sumut pada saat ini.

Seperti yang diangkat pada edisi kedua, Kamis (19/3) lalu. Topik yang diambil adalah mengenai pentingnya berhemat listrik di Sumut, yang mengundang GM PLN Sumut, Ir Manerep Pasaribu, dan kepala dinas pertambangan dan energi Provsu, Washington Tambunan, sebagai narasumber.

Sementara itu, pakar komunikasi politik Universitas Indonesia, Effendi Ghzzali menilai, tidak ada alasan yang kuat untuk menegur ataupun melarang penayangan “The Meutya Hafid Show” di Deli TV, apalagi mengaitkan acara tersebut sebagai salah satu upaya kampanye yang ditempuh Meutya sebagai caleg.

“Meutya itukan ikon media. Sudah profesinya sebagai presenter dan penyampai informasi. Selama dia tidak mengungkapkan hal-hal yang mengajak penonton untuk memilih dia dan parpolnya dalam pemilu mendatang, “The Meutya Hafid Show” sama sekali tidak melanggar undang-undang atau pedoman penyiaran, seperti yang dituduhkan oleh KPID Sumut,” terangnya sore tadi.

Sumber : WaspadaOnline



Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: