Tempat – tempat Suci di Palestina

13 03 2009

Adanya tempat-tempat suci tiga agama samawi (Yahudi, Kristen dan Islam) di Palestina, menjadikan tanah harapan yang beralih tanah sengketa, merupakan pusat perhatian dunia sejak berabad-abad lamanya.
Berikut sebagian tempat-tempat suci di Palestina.
Tembok Ratapan (Wailing Wall)

Terletak di Bait Suci Kota Yerusalem, merupakan sisa bangunan kejayaan Kerajaan Nabi Sulaiman sekitar tahun 960 SM. Namun saat Raja Herodus (73-4 SM), raja peralihan dari kerajaan Israel Kuno (Jewish) dengan Romawi berkuasa, bangunan ini diperbaiki dan dibuat Kuil Herodus di tahun 19 SM. Kuil itu tak bertahan lama, beberapa tahun kemudian sekitar 70 M dihancurkan oleh bangsa Romawi saat peperangan.

Orang Yahudi, di mana ketika Kuil Herodus ini jadi tempat ibadah dan diruntuhkan oleh orang Romawi, mereka meminta pada penguasa untuk diperbolehkan lagi beribadah di sana. Mereka percaya bahwa ketika bangunan ini dihancurkan, ada beberapa bagian yang tidak hancur dan dianggap sebagai tempat kediaman ‘Shekhinah’ atau tempat hadirnya Tuhan. Berdoa di tempat ini sama artinya dengan berdoa pada langsung Tuhan. Baru pada masa pemerintahan Byzantium yang dipimpin oleh Ratu Aelia Eudocia, di tahun 425 M orang-orang Yahudi diperbolehkan beribadah lagi di tempat ini.

Disebut Tembok Ratapan (Wailing Wall) ini semua lagi-lagi karena ulah bangsa Barat, ketika Inggris mendarat di tempat ini tahun 1917 M saat Perang Dunia I, melihat sekumpulan orang Yahudi yang tengah berdoa sambil meratap-ratap penuh penyesalan, mereka menamainya dengan sebutan itu.

Tata cara berdoanya memang seperti itu, selain juga menulis di atas kertas permintaan doa-doa mereka dan menyisipkannya di celah-celah dinding agar langsung dijawab oleh Tuhan.

Gereja Kelahiran (Church of Nativity)

Tepat di jantung kota Betlehem, Palestina, di atas sebuah (Holy Crypt), berdiri gereja tempat kelahiran Yesus Kristus. Menurut beberapa pendapat, gereja ini dibangun di masa tahun 100-165 oleh misionaris St. Justin Martyr. Namun pendapat lain mengatakan bahwa dibangun oleh Raja Constantine I di tahun 330 M.

Setiap tahun tempat ini ramai oleh para peziarah yang ingin beribadah dan merayakan Natal tahunan atau hari kelahiran Yesus langsung dari tempatnya dilahirkan.

Masjidil Aqsa

Tempat suci umat Islam, terletak di Kota Lama Yerusalem dengan bagian dasarnya adalah Tembok Ratapan (Wailing Wall). Dibangun pada masa Kekhalifahan Umayyah (Dinasti Bani Umayyah) oleh Khalifah Abdul al-Malik dan baru selesai di masa pemerintahan anaknya, Khalifah al-Walid pada tahun 705 M atau tahun 73 H.

Daerah di mana sebelum dibangun masjid ini dipercaya sebagai daerah tempat keberangkatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ke Sidratul Muntaha, tempat ini juga yang sempat menjadi kiblat pertama sebelum dipindah ke Ka’bah di dalam Masjidil Haram. Tempat inilah yang dulu yang bernama ‘Baitul Maqdis’.

Bangunan yang pernah hancur beberapa kali akibat gempa bumi tahun 746 M dan diperbaiki di masa Khalifah al-Mahdi tahun 780 M. Gempa bumi kedua tahun 1033 M dan meruntuhkan sebagian besar bangunan masjid, dua tahun sesudahnya diperbaiki kembali di masa Khalifah Ali az-Zahir.

Masjid ini sempat dibakar Israel tanggal 21 Agustus 1969 M, dan direnovasi kembali. Lucunya, mimbar Saladin yang rusak saat dibakar itu oleh Dinasti Bani Hasyim, penguasa Kerajaan Yordania diganti dengan mimbar buatan Jepara, Indonesia. Keluarga Bani Hasyim yang dipercaya masih keturunan langsung Nabi Muhammad, menurut tradisi Arab merupakan keluarga yang bertanggungjawab dalam pemeliharaan tempat-tempat suci Islam di kawasan ini.

Kubah Shakhrah (Dome of Rock)

Terletak di dalam tembok kompleks Al-Haram asy-Syarif yang berada di dalam tembok Kota Lama Yerusalem.

Sering disalahartikan sebagai Masjid Omar yang merupakan tempat Sayyidina Umar Bin Khattab bershalat ketika tiba di Baitul Muqaddis.

Yang sering disalahartikan, bangunan ini sering dikira Masjidil Aqsa, padahal bukan. Ini adalah bangunan Islam tertua yang di dalam komplek yang daerahnya memang memanjang sampai ke Masjidil Aqsa, di mana di dalam Kubah Shakrah terdapatnya sebuah batu besar yang dipercaya merupakan tempat berdirinya Nabi Muhammad saat berangkat Isra’ dan Mi’raj ke Sidratul Muntaha.

Dibangun sekitar tahun 687 sampai 691 M di masa pemerintahan Umaiyyah oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan.
Sumber Tulisan: luqmanhakim.multiply.com


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: