Lima Kesepakatan MEGA – JK

13 03 2009

mega_jk_sign_-_ipha.jpgKetua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu di Jalan Imam Bonjol, Jakarta. Dua pemimpin parpol besar itu pun menandatangani lima butir kesepakatan. Inikah embrio untuk Indonesia baru?

Pertemuan Kalla dan Mega, sahabat lama di pemerintahan masa lalu, akhirnya terjadi, Kamis (12/3). Kalla, Ketua Umum Partai Golkar, didampingi Surya Paloh, Agung Laksono, Soemarsono, dan Burhanuddin Napitupulu. Sedangkan Mega, pemimpin PDI Perjuangan, dikawal Taufik Kiemas, Puan Maharani, Pramono Anung, dan Tjahjo Kumolo.

Lima kesepakatan yang diteken Kalla dan Mega, setidaknya bisa dibagi atas dua kategori penting. Pertama, terkait dengan jangka panjang pembangunan Indonesia ke depan. Kedua, apalagi kalau bukan kepentingan jangka pendek, menyongsong pelaksanaan Pemilu 2009.

Untuk jangka panjang, PDIP dan Golkar menyepakati pentingnya penguatan pemerintahan dengan memperkuat sistem pemerintahan presidensial. Selain itu, persoalan kemandirian ekonomi yang berorientasi untuk kepentingan rakyat, juga menjadi sorotan kedua partai besar tersebut.

Guru besar ilmu politik UI, Maswadi Rauf, memberi penjelasan soal butir-butir kesepakatan politik itu. “Memang, secara teoritis, presidensial ada kelemahannya. Terlebih, jika presiden tidak berasal dari partai yang mayoritas di parlemen,” katanya, Kamis (12/3) di Jakarta.

Dalam pemerintahan ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang merangkul banyak partai politik untuk dilibatkan dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). Para pengisi pos kabinet berasal dari Partai Golkar, PAN, PPP, PKB, PKS, PKPI, PBB, dan tentunya Partai Demokrat. Namun, dalam kenyataannya, relasi eksekutif-legislatif tak selalu berjalan mulus.

Contoh nyata adalah pengesahan UU Pemilu DPR/DPRD/DPD dan UU Pemilu Presiden/Wakil Presiden. Draft usulan pemerintah tak jarang mendapat penolakan dari fraksi pendukung pemerintah di parlemen.

Hal yang ekstrem perihal usulan hak angket atas kenaikan harga BBM. Partai pendukung pemerintah mayoritas ramai-ramai mendukung hak angket. Nyaris, pemerintah tak berkutik di tengah dinamika parlemen.

Terkait agenda jangka pendek antara PDIP dan Golkar, Maswadi meragukan efektivitas pertemuan ini. Ada satu soal yang mengganjal. “Karena kedua partai sama-sama punya capres. Siapa yang mau menjadi cawapres,” cetus Maswadi. Kondisi ini, bahkan diragukan Maswadi hanya akan berhenti di wacana semata.

Sementara, pengamat hukum tata negara Andi Irman Putra Sidin menilai koalisi ide antara PDIP dan Golkar sah-sah saja meski memang harus cair. Karena, sambungnya, jika koalisi dipatenkan dengan koalisi permanen, tak ubahnya hanya akan merusak sistem ketatanegaraan. “Yang terjadi saat ini bukan sistem presidensial yang lemah, tapi presidennya yang lemah,” katanya seperti mengkoreksi item kesepakatan PDIP-Golkar.

Menurut Irman, koalisi permanen bisa merusak sistem check and balance antara presiden dan parlemen. Lebih dari itu, Irman menegaskan koalisi sejatinya hanya berlaku saat pencalonan presiden/wapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam rangka pemenuhan syarat pencapresan 20% kursi DPR atau 25% suara sah nasional. “Koalisi hanya saat pencapresan ke KPU saja,” tandasnya.

Kelima kesepakatan PDIP-Golkar adalah (1) membangun pemerintahan yang kuat untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat, (2) memperkuat sistem pemerintahan presidensial sesuai dengan amanat UUD 1945, yang memiliki basis dukungan yang kokoh di DPR, (3) memperkuat sistem ekonomi untuk melaksanakan program ekonomi yang berdaulat mandiri dan berorientasi kepada kepentingan rakyat.

Lalu, (4) mempererat komunikasi politik PDI Perjuangan dan Partai Golkar sebagai perwujudan tanggung jawab dua partai politik terbesar Pemilu 1999 dan Pemilu 2004 dan (5) menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2009 secara jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia, serta aman dan bermartabat.

Sumber Tulisan : waspada.co.id


Aksi

Information

One response

18 03 2009
isdiyanto

saatnya sukseskan PEMILU 2009…. saatnya MENCONTRENG…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: