Perang politik survei PDIP-PD

7 01 2009

pdip-pddalemLagi-lagi survei politik membingungkan publik. Rilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA merilis PDI Perjuangan menjadi jawara Pemilu 2009 disanggah. Partai Demokrat justru dijadikan Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang diketuai Saiful Mujani sebagai pemenang. Kebohongan publik melalui statistik?

LSI Denny sebelumnya melansir PDIP meraih 31 persen dukungan, disusul Partai Demokrat (19,3%) dan Partai Golkar (11,9%). Posisi keempat dan kelima ditempati PKS (4,1%) dan PKB (3,1%). Survei ini menggunakan 1.200 responden dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 2,9%.

Tetapi hasil berbeda ditampilkan LSI Saiful. Saiful menggunakan 2.200 responden dengan margin of error 2,2% pada tingkat kepercayaan 95%. Hasilnya mencengangkan. Demokrat menjadi pemenang pemilu dengan 23 persen diikuti PDIP (17,1%) dan Golkar (13,3%). Posisi keempat dan kelima pun juga berubah. PKB menduduki posisi keempat dengan 4,8% dan PKS menyusul dengan 4%.

Dalam sebuah terbitan ibukota, Denny menanggapi enteng adanya perbedaan hasil ini. “Kalau terminologinya sama, hasilnya juga harus sama,” cetus Denny.

Ia sendiri menganggap wajar bila lembaga survei dibiayai parpol tertentu. Asalkan, akurasi hasil dapat terus terjaga. Denny mengaku pihaknya dekat dengan banyak parpol. “Klien saya saat ini cukup banyak, bukan hanya satu parpol saja,” cetus dia.

Saiful sendiri mengakui hasil survei kerap berubah-ubah karena terkait sentimen individu. Namun, dirinya menampik bila lembaganya dibiayai Demokrat. “Kita ini kan banyak melakukan survei, bukan parpol A. Kita ini tidak tertutup. Tapi perlu saya sampaikan untuk hasil survei yang dipublikasikan itu sifatnya informasi, bukan dana dari parpol,” tegas Saiful.

Dirinya juga membantah kalau kini LSI pimpinannya menjadi konsultan politik Demokrat. “Tapi kalau Demokrat minta disurvei tentu saya terima, begitu juga dengan parpol lain seperti Golkar saya terima. Yang jelas survei dilakukan sesuai dengan kaidah,” ketus Saiful.

Pakar riset politik dari UI, Ibnu Hammad, berpendapat kedua survei tersebut patut dipertanyakan secara metodologi. Seharusnya, jumlah sampel diambil sekurangnya 10 persen dari jumlah penduduk Indonesia. “Jumlah sampel yang diambil rata-rata sama antara survei untuk pilgub sampai pilpres yaitu kisaran antara 1000-3000. Itu kan tidak masuk akal. Kalau pilpres sampelnya 1.000-3.000 maka tidak akan mewakili keseluruhan jumlah penduduk Indonesia,” ujar Ibnu.

“Dari segi cara penarikan sampel juga patut dipertanyakan karena kalau mengklaim menggunakan random itu jatuhnya dimana. Mungkin saja bila itu dimanipulasi dengan menjatuhkan di daerah basis parpol tertentu untuk memenangkan parpol itu,” tegas Ibnu.

Pengamat politik, Nur Iman Subono, menambahkan lembaga survei yang ada di Indonesia saat ini memang telah melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kapasitasnya. Belum lagi, tren kredibilitas lembaga survei di negara maju juga sedang menurun. “Lembaga survei saat ini cenderung merubah diri sebagai lembaga konsultan politik juga dimana hasil penelitiannya akan sesuai dengan pesanan klien. Jadi hal itu yang menyebabkan adanya perbedaan yang mencolok antara dua LSI itu karena lembaga survei yang awalnya netral dan independen jadi berubah fungsi dan ada unsur rekayasanya,” duga pria yang disapa Boni ini.

Boni memang tidak sendirian. Banyak pihak yang juga memiliki dugaan yang sama terhadap lembaga survei. Intinya, survei yang dilakukan lembaga tertentu sarat dengan kepentingan politik praktik. Mengecilkan atau melambungkan citra individu atau parpol tertentu.

Apalagi, harian Kompas juga melansir undangan jumpa pers LSI Saiful pada pekan lalu via SMS juga memuat daftar nomor kontak pengurus Demokrat yang bisa dihubungi. Sehingga wajar bila kemudian dugaan ada main Saiful dengan Demokrat merebak.

Tapi mungkin inilah kembang transisi demokrasi Indonesia. Rakyat selalu dilatih untuk selalu menerima perbedaan. Hanya masalahnya bila hasil riset tidak sesuai dengan realita dan menyebabkan gesekan di masyarakat, lembaga survei seperti lari dari tanggung jawab.

WaspadaOnline


Aksi

Information

One response

13 01 2009
PEMUDA DEMOKRAT

LEMBAGA SURVEI INDONESIA (lsi) VERSI SAIFUL DIDANAI OLEH PARTAI DEMOKRAT ITU BENAR DAN KAMI MENGGUNAKAN UNTUK MENGUJI KEKKUATAN KAMI !! HIDUP DEMOKRAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: