Warga medan berbulan-bulan menunggu KTP

25 10 2008

Masyarakat kota medan agaknya mulai frustasi dengan sistem birokrasi yang sedang berjalan di Kota Medan yang nota bene sebagai ibu kota dari Provinsi Sumatera Utara. Hal tersebut terjadi disebabkan karena lambatnya pembuatan KTP (Kartu Tanda Penduduk) diterima oleh warga kota medan, berbagai alasan mulai timbul, mulai dari pengadaan Blanko yang dinyatakan habis sampai masalah tender-tenderan yang terjadi di sistem birokrasi kota Medan ini. Untuk tulisan selanjutnya dapat anda lihat pada tulisan saya sebelumnya DISINI.

Seperti halnya berita yang saya kutip dari salah satu situs berita masyarakat Sumatera Utara yang menyebutkan bahwa :

Puluhan warga Kelurahan Pulo Brayan Darat-II Medan termasuk penghuni perumahan wartawan,  sudah berbulan-bulan menunggu kartu tanda penduduk (KTP), tapi tak kunjung keluar. “Ada yang sudah diurus sejak bulan Mei, tapi sampai sekarang belum juga keluar,” kata Handoko, Kepala Lingkungan XII, menanggapi keluhan warganya. Ia mengisyaratkan, kemungkinan KTP itu keluar seluruhnya di bulan Oktober ini. “Tapi ini bukan jaminan,” tambahnya.

Handoko menepis anggapan, seretnya KTP itu berkaitan dengan dijebloskannya walikota Medan dan wakilnya ke penjara gara-gara korupsi.  “KTP itu tugas rutin dan tidak ada kaitannya dengan kasus yang menimpa penguasa,” tambahnya lagi. Isue yang beredar mula-mula  menyebutkan, seretnya pengeluaran KTP itu disebabkan kehabisan blanko.  Namun alasan itu tidak dapat diterima warga, karena sampai berbulan-bulan tidak terselesaikan. Padahal mencetak blanko bukan hal yang sulit. Masalahnya, ada warga yang melakukan jalan pintas dengan langsung menghubungi staf kelurahan. Hasilnya benar-benar mengejutkan,  beberapa hari kemudian KTP langsung keluar.  Pengurusan seperti itu tidak gratis malah fantastis. (sumber http://www.antarasumut.com)

KTP sangat dibutuhkan warga untuk berurusan ke bank, mengurus surat izin mengemudi (SIM) di Mapolantas, mengurus paspor dan sebagainya. Akibatnya warga terpaksa minta surat keterangan dari lurah, yang menjelaskan KTP sedang dalam pengurusan.

Surat dari lurah itu tidak gratis karena ada “ujung-ujungnya”. Kalau ujungnya itu tidak diberikan, surat keterangan itu dipercaya tidak akan dikeluarkan. Jadi KTPgratis untuk warga Medan hanya sekedar slogan. Kasus yang sama diduga terjadi di kelurahan  lain, tapi riskan mendongkraknya ke permukaan. Dari kasus KTP ini menunjukkan, public service (pelayanan masyarakat) masih jauh dari yang diharapkan.

Demikian


Aksi

Information

One response

27 10 2008
djoqo

Bukan sistem yang salah..

Tp orang-orang di dalam nya yang GEBLEK…^_^hahahahah

SUMUT (Semua Urusan Musti Uang Tunai)…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: