Teungku Hasan Tiro dan Rakyat Aceh

17 10 2008

Teungku Hasan Tiro lahir di Pidie, Aceh, 4 September 1930, di Kampung Tiro, Sigli. Keturunan ketiga Tengku Syeikh Muhammad Saman di Tiro ( lebih dikenal Cik di Tiro) itu menempuh pendidikan ilmu hukum internasional di Universitas Colombia, Amerika Serikat, hingga meraih gelar doktor.
Hasan Tiro dikenal sebagai pemimpin tertinggi GAM, dan merupakan deklarator kemerdekaan Aceh pada 4 Desember 1976. Ia mengasingkan diri ke berbagai negara, sebelum kemudian menetap di Swedia

Setelah pindah ke Jakarta pada tahun 1946, HT kembali ke Aceh pada akhir 1948 sebagai bagian dari staf Wakil Perdana Menteri Sjafruddin Prawiranegara yang memimpin pemerintah darurat Indonesia dari Aceh sampai pertengahan 1949. Tahun 1950, HT kembali ke Yogyakarta untuk melanjutkan studinya hingga memperoleh semacam beasiswa untuk belajar di Amerika Serikat. Sambil belajar di New York, HT menjadi pegawai paruh waktu pada perwakilan RI untuk PBB (Reid, 2005:347).

Hasan Tiro awalnya adalah seorang republik sejati sampai dia tak dapat lagi membendung kekecewaannya terhadap pemusatan kekuasaan di Jakarta. Ini terbukti dengan polemik yang dituangkannya dalam Demokrasi untuk Indonesia (1958), satu-satunya buku karya Hasan Tiro yang tercetak dan beredar luas, yang berisi kegundahannya terhadap pemerintahan Indonesia yang sentralistik. Hasan Tiro, karena itu, bisa jadi pernah sangat mencintai Indonesia. Seperti halnya Kartosuwiryo, Kahar Muzakkar dan Daud Beureu’eh yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, menjadi panglima laskar republik melawan agresi Belanda, tapi kemudian menjadi “pemberontak DI/TII” berturut-turut di Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Aceh.

Rekan-rekan sekalian dapat membaca bagaimana sepak terjang Hasan Tiro selengkapnya di BLOG INI, Bagi masyarakat Aceh sendiri Hassan Tiro adalah seorang Bapak Pergerakan dan dapat disamakan dengan Pahlawan memperjuangkan Hak-hak mereka yang selama ini menurut mereka tidak sepenuhnya diberikan oleh pemerintah pusat, dan juga Hasan Tiro sendiri lebih dianggap sebagai pewaris darah biru kepahlawanan dari Leluhurnya Cik di Tiro. Pada akhirnya beliau lebih dikenal sebagai “Wali Nanggroe Aceh Darussalam”

Ada apa dengan Kedatangan Hasan Tiro Ke Aceh ?

Pada tanggal 11 Oktober 2008 kemarin, Hasan Tiro datang ke bumi serambi mekah tersebut dengan alasan Pulang Kampung serta keinginan untuk menemui rakyat aceh yang selama ini ia perjuangkan. Kedatangan Hasan Tiro disambut dengan meriah oleh rakyat aceh baik dari kalangan sipil maupun mantan anggota separatis GAM, penyambutannya sendiri dilakukan seolah-olah menyambut PRESIDEN maupun MENTERI yang akan datang, sangat meriah dan dipenuhi oleh masyarakat aceh. Ketika saya menyaksikan hal tersebut di televisi, saya jadi terbayang dengan kedatangan Ir. SOEKARNO dan MOH. HATTA ke Indonesia setelah menjalani Pengasingan dan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, tepatnya di lapangan Ikada Soekarno melakukan Rapat Raksasa dengan Rakyat Indonesia.

Berkaitan dengan hal tersebut, ada sejumlah pertanyaan yang kemudian muncul dibenak saya, sebenarnya apa tujuan dari Kedatangan Hasan Tiro di Bumi Aceh ? apakah hanya sekedar alasan pulang kampung dan kangen dengan rakyat aceh, atau ada semacam alasan Politik tertentu untuk memperjuangkan kemerdekaan Aceh tersebut meskipun tidak lagi dengan cara kekerasan dan Perang? atau apakah kedatangan Hasan Tiro ke bumi serambi mekah hanya untuk mematahkan isu yang mengatakan bahwa selama ini beliau telah meninggal dunia ? Namun hal tersebut dapat dijawab dengan berbagai sudut pandang bagi orang yang akan menjawabnya.

Saya menonton sebuah acara di MetroTV kemarin, nama acaranya adalah “SECRET OPERATION”, emang kebetulan saya suka dengan program acara tersebut, dan bukan kebutalan pula pada program acara tersebut membahas seputar masalah kedatangan Hasan Tiro ke Aceh, satu hal yang saya kutip dari acara tersebut bahwa sebelum Hasan Tiro tiba di aceh ada sinyalemen yang mengatakan bahwa ada sepucuk surat dari hasan tiro untuk pemerintahan Aceh saat ini (dipimpin oleh Gubernur Aceh) mengungkapkan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pemerintah untuk menyambut kedatangan Hasan Tiro tersebut.

Kesimpulan

Terlepas dari segala macam spekulasi yang beredar ditengah-tengah masyarakat, setidaknya kedatangan Hasan Tiro ke bumi serambi Mekah Nanggroe Aceh Darussalam lebih untuk mempersatukan rakyat aceh menyusun sebuah gerakan membangun kembali daerah aceh dalam ruang lingkup NKRI (negara Kesatuan Republik Indonesia) yang mandiri bermasyarakat adil dan makmur demi kesejahteraan. Walaupun saya menyesali beberapa hal kebijakan yang dibuat pemerintah pusat untuk daerah istimewa aceh, salah satunya adalah mengijinkan PARTAI POLITIK LOKAL untuk berpartisipasi di PEMILU 2009 yang nantinya menjadi sarana pengumpul aspirasi masyarakat walaupun hal tersebut tidak semuanya benar, dan kenyataan dilapangan masih banyak tekanan-tekanan ataupun INTIMIDASI dari beberapa kelompok tertentu kepada rakyat aceh untuk memilih salah satu partai lokal di bumi serambi mekah tersebut.

Demikian

Dari Berbagai Sumber.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: