Tua Muda berebut Kursi Presiden Indonesia di Pemilu 2009

15 08 2008

Isu calon Presiden dan Wakil Presiden dari kalangan kaum muda dalam Pemilu 2009 ternyata jelas terasa dan semakin hari semakin banyak saja orang memperbincangkannya, hal ini tentunya menciptakan sebuah kontroversi dimana ada sebagian orang yang berpihak pro dan kontra dalam menanggapi isu semacam ini. Di pihak kaum tua menganggap bahwa seorang pemimpin bangsa adalah harus berusia matang (red tua) hal ini dikarenakan bahwa permasalahan negara harus dipikiri dengan jiwa yang tenang dan bijaksana tanpa adanya gegabah, dan hal lain adalah kaum tua menganggap bahwa kaum muda belum lah pantas memimpin negara ini mengingat bahwa semangat orang muda biasanya tidak terkendali ( jadi teringat lagu bang oma irama “Darah Muda”) dan dalam hal memimpin bangsa tidak lah harus dengan perasaan “mencoba-coba”.

Namun kalangan muda membantahnya, kaum muda beranggapan bahwa saatnya sekarang ini Indonesia dipimpin oleh Capres-Cawapres dari kalangan muda, mengingat bahwa dari sekian pengalaman yang dirasakan dari kalangan tua ketika menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia. Kaum muda juga beranggapan justru banyak nya masalah negara ini harus ditangani oleh jiwa muda penuh energi dan semangat yang tinggi serta cara berpikir yang sehat dan fresh dengan faktor usia yang mendukung pula, kemudia seperti pernyataan dari Fajroel rachman yang saya kutip dari sebuah acara bincang-bincang di salah satu siaran televisi nasional mengatakan, bahwa sudah saatnya kepemimpinan indonesia dipimpin oleh kaum muda yang berjiwa nasionalisme dan semangat yang tinggi dan penuh energi, kemudian dia mengatakan bahwa bukankan pada awal kemerdekaan kita dahulu bahwa kaum mudalah yang bergerak maju memperjuangkan bangsa ini dari belenggu penjajahan, seperti Sutan Sahrir Pedana Menteri Pertama RI yang pada saat ini masih berumur belia 36 Tahun, Soekarno dan Hatta yang umurnya tidak lebih atau dibawah 40 Tahun dan pejuang lainnya, semangat pemuda harus dihargai, kemudian ia mengatakan juga, dimanakah kaum tua pada awal kemerdekaan itu ?? tidak lain mereka hanya menyokong kinerja dari kaum muda,…..

Lebih berani lagi, Fajroel yang notabene telah berani memproklamirkan dirinya sebagai Capres pada Pemilu 2009 ini mengatakan bahwa jika ia terpilih menjadi presiden, ia tidak akan mengenyampingkan mantan-mantan presiden lainnya atau saingannya, ia akan membuat sebuah lembaga DPA Dewan pertimbangan Agung dan menempatkan kaum tua disana, dan hal ini ia mengatakan juga bahwa bukan cerminan dari kaum muda yang durhaka kepada kaum tua.

RIZAL dan FAJROEL di HukumOnline

Sebuah artikel yang saya kutip dari Hukum Online menyajikan sejumlah perbincangan dengan Rizal Malaranggeng dan Fazroel Rachman dengan judul Postingan “Capres dari Kalangan Muda bukan Soal Usia” yang bisa anda lihat DISINI. saya kutip beberapa kalimat dari postingan tersebut ,

Dalam sebuah acara diskusi di LBH Jakarta (31/7), Rizal yang intens mengkampanyekan diri di layar kaca mengatakan Pemilu 2009 merupakan momen bagi kalangan muda untuk tampil. Rizal sadar dirinya belum terlalu berpengalaman di dunia politik, setidaknya belum pernah memangku sebuah jabatan politik. Namun begitu, ia memandang sudah saatnya Indonesia menunjukkan pada masyarakat dunia bahwa Indonesia adalah negeri yang dinamis.

“Kami menghargai para senior, tapi come on masak pilihannya kalau tidak SBY, Mega, Wiranto, atau Prabowo lagi,” ujarnya, “apakah kita membeku, apakah kita stagnan?” Makanya, Rizal berharap pada Pemilu 2009 nanti para senior berkenan memberikan kesempatan kepada kalangan muda untuk turut bertarung di kancah politik.

Dalam forum yang sama, Fajroel menegaskan regenerasi kepemimpinan adalah sebuah keniscayaan. Hal tersebut bahkan sudah mewabah di seluruh penjuru dunia yang ditandai dengan kemunculan sejumlah calon pemimpin muda. Namun, Fajroel berharap diskursus yang berkembang jangan dipersempit hanya persoalan usia. Program, menurut aktivis alumnus ITB ini, jauh lebih penting.

Di ruang diskusi lain, perdebatan beranjak dari soal usia ke soal peluang dan kriteria. Ferry Mursyidan Baldan mengatakan peluang bagi kalangan muda untuk maju bertarung di Pemilu Presiden dan Wakil Presiden cukup terbuka. Anggota DPR yang juga Ketua Pansus RUU Pilpres ini mengungkapkan sejauh ini RUU masih memuat batas usia minimal yang sama dengan UU Pilres yang lama, 35 tahun. Peluang semakin lebar karena walaupun calon independen belum dimungkinkan, RUU Pilpres mempersilahkan partai politik (parpol) mengajukan calon dari kalangan eksternal parpol.

Berbeda, Mahfudz Sidik menyatakan tidak puas terhadap aturan batas minimal usia kalangan capres/cawapres. Yang dipersoalkan Mahfudz bukan batas minimal 35 tahun, tapi justru ketiadaan batas maksimum. “Pembatasan usia yang tercantum dalam UU No.23 Tahun 2003 mengenai usia minimal capres melanggar hak-hak politik warga negara,” tukas Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Persoalan lain yang diangkat Mahfudz adalah persyaratan tentang pengumpulan suara 30%. Baginya, angka tersebut terlalu besar. Persyaratan ini dikhawatirkan Mahfudz akan mempersulit kandidat dari kalangan muda. “Kalangan muda yang ada di partai menengah dan bawah sulit mempunyai kesempatan sebagai capres di pemilu nanti,” tambahnya.

hal ini membuktikan bahwa, gaung isu capres dan cawapres Pemilu 2009 perihal calon dari kalangan berusia muda semakin nampak dan semakin jelas dan cepat berubah menjadi isu nasional.

Yusriel Ihza Mahendra ” kaum muda sih boleh saja, lebih bagus lagi jika berkoalisi dengan kaum tua”

Pada acara yang sama di sebuah acara televisi bincang-bincang di MetroTv yang mengangkat tema Capres dari kalangan muda yang dihadiri oleh Fajroel Rachman dan Yusriel Ihza Mahendra dan seorang ahli tata negara, yusriel mengatakan bahwa, semangat memajukan kaum muda menjadi capres dan cawapres di pemilu 2009 dipandangnya sah-sah saja, dan merupakan bagian dari sebuah demokrasi dan beliau juga mengatakan bahwa kaum muda tidak boleh lepas dari kaum tua, maka beliau mengatakan akan lebih baik jika terjadinya koalisi antara kaum muda dan kaum tua.

Dalam acara itu, ditanyakan bagaimana dengan Yusriel yang jelas merupakan capres dari Partai Bulan Bintang (PBB) beliau ditanyakan masuk pada kategori mana ? kaum muda apa kaum tua ?, yusriel mengatakan bahwa dirinya tidak lah lagi muda, sudah lebih dari 50 tahun umurnya dan dia menceritakan bahwa dirinya dulu pernah berusaha mencalonkan diri menjadi presiden di PEMILU 1999 namun kesandung dengan umur yang terlalu muda, saat itu yusriel berumur 42-43 tahunan dan saat di pemilu 2009 dia malah sudah ketua an dengan umur diatas 50 tahunan, makanya dia mengatakan bahwa ideal nya terjadinya koalisi antara kaum tua dan kaum muda dalam memimpin negara ini.

Jika ditanya pendapat saya (penulis) Mau tua atau muda dari Capres dan Cawapres 2009 saya rasa tidak masalah, asalkan calon orang nomor 1 di Indonesia itu mampu memberikan kesejahteraan dan kemakmuran serta keamanan bagi bangsa Indonesia tanpa adanya tekanan dan pendikte-an dari negara asing.

Demikian.


Aksi

Information

4 responses

16 08 2008
dhy

humph,,,
tak bernbiat nih bang,,,
jd calon presiden,,,
whehehhe,,
=]

21 08 2008
Kader PKS - Menghimpun potensi kader dan ummat

[…] Tua Muda berebut Kursi Presiden di Pemilu 2009 […]

5 09 2008
PUPUT

tua muda gk jadi masaLah lah buat jd pResident..
yG penTing kuaLitas hati nya buat membawa neGara yG qt cintai ni jd lebih baik..
kaTany yg caLon yG tua puNya pengaLaman, tp biaSany punya maSa lalu yG gk baik..
tRuz kaLo yg muda masi fResh, ideaList tp gk puNya peNgaLaman..

aGh, yG mana pun yG penTing baGus Lagh nda..

*masih ng-Junk negh??hehehe*

10 09 2008
Achmad Sholeh

semoga bukan karena kekuasaan semata, salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: