PKS mulai tinggalkan PRESIDEN

22 07 2008

Kabarnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ternyata bisa menggertak juga. Tak tanggung-tanggung, yang mereka gertak kali ini adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mereka hanya bersedia mengawal SBY hingga 2009. Nah! Empat tahun lalu, PKS menerima duet SBY dan M. Jusul Kalla menjadi pemimpin bangsa sebagai sebuah proses demokrasi. Tapi, dalam koridor demokrasi pula, mereka hanya siap menemani SBY hingga akhir masa jabatannya. Setelah itu, PKS akan melihat perkembangannya.

Karena bentuk dukungan empat tahun lalu itu pula, tiga kader PKS ikut dalam kabinet pemerintahan SBY. Adhyaksa Dault menjadi Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Anton Aprilianto dipercaya memimpin Departemen Pertanian, sementara Yusuf Asy’ari dinobatkan sebagai Menteri Negara Perumahan Rakyat.

Presiden PKS, Tifatul Sembiring menyatakan, setelah era kepemimpinan SBY, PKS belum tentu akan berkoalisi kembali dengan Yudhoyono. PKS sangat mungkin akan mencari sosok lain yang lebih menjanjikan. Atau, kalau mampu, PKS juga bisa mencari alternatif sendiri.(21/7 koran waspada)

PKS tampaknya harus memperhitungkan politik ke luar dan ke dalam di seputar pesta demokrasi tahun depan. Ke dalam, mereka tentu akan terikat dengan ikrar dan penandatanganan kontrak politik oleh anggota dan calon anggota legislatif. Kontrak itu sudah ditandatangani di Hotel Clarion, Makassar, Senin (21/7).

PKS belum memutuskan langkah selanjutnya dalam Pemilihan Presiden 2009. Hal tersebut akan diputuskan dalam musyawarah Majelis Syuro PKS. Salah satu keputusan Majelis Syuro nantinya termasuk juga penentuan calon presiden dan koalisi parpol dalam menghadapi Pilpres 2009.

Soal koalisi PKS-SBY, pengamat politik dari Fisipol UGM, Ary Dwipayana, mengakui hal itu hanya bisa dilakukan Majelis Syuro PKS. Majelis ini dikenal sebagai lembaga legislatif PKS. Anggotanya terdiri dari majelis syuro di 33 provinsi. Merekalah yang memiliki wewenang untuk menentukan kebijakan partai, termasuk penentuan calon presiden dalam menghadapi Pilpres 2009.(koran waspada)

Sejauh ini, PKS baru menetapkan kriteria calon presiden. Kriteria itu antara lain visioner, tegas, dan bermoral kuat. Mereka sama sekali belum resmi menyebut nama. Bahkan juga tidak memutuskan sambutan atas lamaran yang diajukan sejumlah partai untuk menjadikan pentolan PKS, Hidayat Nurwahid sebagai calon wakil presiden.

Yang jelas, untuk memperkuat bargaining politiknya, PKS mentargetkan 20% suara pada Pemilu 2009. Jumlah itu berarti tiga kali lipat dibanding perolehan suara empat tahun lalu. Ada harapan mengingat meningkatnya popularitas partai akhir-akhir ini.

Kecuali tiga partai di era Orde Baru, PKS memang termasuk partai fenomenal di era reformasi. Pada Pemilu 1999, PKS (saat itu masih berbendera Partai Keadilan) memperoleh tujuh kursi di DPR. Empat tahun lalu, mereka meraih 45 kursi. Itu artinya terjadi peningkatan 6,5 kali lipat.

Salah satu strategi untuk meningkatkan suara partai, PKS bermaksud mengusung kaum muda dalam Pemilu dan Pilpres 2009. Meski begitu, belum terlalu jelas visi-misi dan arahnya. Juga, belum jelas benar gagasan besar apa yang akan diusung PKS dalam memecahkan problem berat bangsa ini.

Gerakan menampilkan figur kepemimpinan kaum muda seperti yang sedang menjadi tren masyarakat dunia dinilai sulit berlangsung dalam struktur politik Indonesia. Untuk menghadapinya, PKS dan partai-partai menengah diusulkan agar menggalang koalisi untuk mempeloporinya.

Jika PKS mengajukan sendiri capresnya yang masih muda, maka hal itu akan menarik untuk diamati oleh publik yang menginginkan perubahan dari partai Islam tersebut. Setelah pemilu 1999 dan 2004, PKS harus menyadari bahwa pemilu dan pilpres 2009 adalah puncak bagi partai ini. Dan, kesempatan itu hanya sekali. Atau, setidaknya peluang itu tak mungkin terjadi untuk kedua kali.


Aksi

Information

2 responses

23 07 2008
unduk

Setuju pak, pilihkan kami pimpinan yang sayang dan peduli pada kami.

2 08 2008
yuhendrablog

@unduk
hehehe iyah mas, setuju juga deh….
btw, pamor sangat tergantung dalam PILPRESS 2009 mendatang,
kalo masalah itu setuju gak mas ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: