Ada apa dengan KEJAKSAAN ???

17 06 2008

Santer Beredar di berbagai media massa, baik koran maupun televisi, perihal rekaman percakapan antara jaksa dengan artalita dalam perkara BLBI dan katanya sih, team kejaksaan mau buat SKENARIO penangkapan artalita oleh kejaksaan supaya artalita aman dan untuk menghindari penangkapan dari KPK, tapi apa daya telepon duluan disadap dan KPK sepertinya telah mengetahui semua intrik kejaksaan dan koruptor yang satu ini….. ehhhhh….. berikut dibawah ini dialog antara artalyta dengan sejumlah petinggi KEJAKSAAN AGUNG ,…. (bikin miris hati)

—————
“Ini buat ngamanin Bos kita semua”.

Suatu hari setelah Kejagung mengumumkan menghentikan penyelidikan kasus BLBI
Sjamsul Nursalim pada 29 Februari 2008. Kemas Yahya Rahman (saat itu
Jampidsus) ternyata saling berkomunikasi dengan Artalyta Suryani.

Artalyta (A)
Kemas (K)

A:Halo.
K:Halo.
A:Ya, siap.
K:Sudah dengar pernyataan saya? Hehehe.
A:Good, very good.
K:Jadi tugas saya sudah selesai.
A:Siap, tinggal…
K:Sudah jelas itu gamblang. Tidak ada permasalahan lagi.
A:Bagus itu.
K:Tapi saya dicaci maki. Sudah baca Rakyat Merdeka?
A:Aaah Rakyat Merdeka nggak usah dibaca.
K:Bukan, saya mau dicopot hahaha. Jadi gitu ya…
A:Sama ini mas, saya mau informasikan.
K:Yang mana?
A:Masalah si Joker.
K:Ooooo nanti, nanti, nanti.
A:Nggak, itu kan saya perlu jelasin, Bang.
K:Nanti, nanti, tenang saja.
A:Selasa saya kesitu ya…
K:Nggak usah, gampang itu, nanti, nanti. Saya sudah bicarakan dan sudah
pesan dari sana. Kita….
A:Iya sudah.
K:Sudah sampai itu.
A:Tapi begini Bang…
K:Jadi begini, ini sudah telanjur kita umumkan. Ada alasan lain, nanti
dalam perencanaan.

PERCAKAPAN AYIN DENGAN UNTUNG UDJI SANTOSO
Beberapa jam selesai jaksa Urip Tri Gunawan tertangkap pada 2 Maret 2008.
Artalyta Suryani panik dan langsung menelpon Jamdatun Untung Udji Santoso.

Untung (U)
Artalyta (A)

U:Memang dikasih berapa duit?
A:660 ribu dolar.
U:4 M.
A:6 M.
U:Lailahailallah!
A:Jadi bagaimana ini menyelamatkan itu semua, orang-orang kita?
U:Nggak iso ngelak kalau 6 M. Gila.
A:Jadi gimana?
U:Tak pikir enam atus juto gitu.
A:Nggak, itu banyak. Gimana?
U:Itu untuk siapa?
A:Ah, ya udahlah. Sekarang kita jalan keluarnya gimana?
U:Adu biyung gimana?
A:Heh.
U:Sik…sik… Kalau kayak gitu, susah itu.
A:Aku kena loh, Mas kayak gini.
U:Lah iya.
A:Aku bilang kan ajudanku.
U:Ajudan kok duite samono gede ne. Soko ngendi? Ngarang ae. Yo wes.
Gimana caranya hubungi Antasari.
A:Ya, coba sampeyan telepon dulu.
U:Udah, mati teleponnya.
A:Mati? Dicari. Suruh nyari dong. Feri (Direktur Penuntutan KPK Feri
Wibisono) suruh nyari.
U:Feri juga nggak ngangkat.
A:Jadi gimana? Ini kan mesti ngamanin bos kita semua.
U:(terdiam lama).
A:Aku jawabnya apa ya? Sekarang anakku kan masuk lewat belakang. Dia pegang
juga. Dia masuk (tiba-tiba terinterupsi, Artalyta seperti menyuruh
seseorang dirumahnya melalkukan sesuatu).
U:Usahakan cepat you keluar. Nyari Antasari deh.
A:Ya, dimana dia rumahnya?
U:Di anu, di BSD. Waduh, tapi saya tidak tahu juga rumahnya. Tapi
jangan,jangan ke rumahnya. Ketemu dimana, di hotel atau dimana gitu deh.
A:Ya, aku kan udah mau dibawa. Sampeyanlah yang kejar, yang nyari dia,
Mas.Kan nggak kentara kalau sampeyan.
U:Ya, iya. Tapi teleponnya aku nggak ngerti rumahnya (suara Untung
terdengar gelagapan). Teleponnya gak diangkat, aku sudah minta Wisnu
(Jamintel Wisnu Subroto).
A:Sekarang susulin.
U:Tak telepon dulu.
A:Sekarang sampeyan susulin, gerilya sama Wisnu.
U:Aku udah telpon Wisnu, demi Allah ini.
A:Kata Wisnu apa?
U:Aku sudah dibuka teleponnya. Aku juga nggak buka. Kamu punya nomor
lainnya nggak? Nggak punya, lah gimana? (Untung menirukan perkataan Wisnu
padanya ke Artalyta).
A:Sekarang aku kan mau dibawa. Supaya keterangannya sama gimana? Nanti kan
kena gimana? Kan jangan sampai kena semua.
U:Kenapa sih kok bingung gini? Aduh, gawean ae.
A:Makane. Makanya, aku dari luar Jakarta, dia (Jaksa Urip) maksa (ambil
uang US$ 660 ribu) hari ini.
U:Uhhh, kacau kabeh. (menghela nafas). Saya kira you di rumah saja. Nanti
you ditangkep kejaksaan.
A:Hah?
U:Ditangkep oleh jekso. Mau diskenariokan gitu loh…
A:Hah? Kenapa-kenapa Mas?
U:Mau diskenariokan begitu. Namun , neng endi iki?
A:Nggak, udah aman. Ini nomor lain. Aku di dalem rumah.
U:Nanti biar saja, kamu nanti yang ngambil kejaksaan.
A:Ho..oh
U:Si Urip (Jaksa Urip Tri Gunawan) dicekal KPK. Awakmu di kejaksaan. Loh
ini kok sudah penyelesaian begini. Kok ada uang begini. Maksudnya apa
begini loh kenapa-kenapa?
A:Kan saya bilang, saya tidak ada keterkaitannya juga dengan BLBI dan saya
nggak ada….
U:Jangan ngomong begitu. Nggak ada keterkaitannya. Biar saya saja yang
mancing. Bilang saja ada hubungan dagang sama dia. Terserahlah.
A:Lalu bilang apa?

PERCAKAPAN AYIN DENGAN URIP TRI GUNAWAN

Urip-Artalyta intens melakukan komunikasi. Salah satu rekamannya,
percakapan 27 Februari 2008, sore hari setelah Kejagung mengumumkan
penutupan penyelidikan kasus BLBI II.

Artalyta (A)
Urip (U)

A:Halo? Sudah beres?
U:Sip. Sudah beres. Pokoknya nggak ada macam-macam.
A:Pokoknya ini Minggu (2 Maret 2008), aku sudah ada. Aku sudah siap.
(Inimaksudnya adalah Dana suap sebesar US$ 660 ribu).
U:Garuk-garuk ya? Aku kan garuk-garuk tangan ini.
A:Garuk-garuk tangan?
U:Ngerti toh?
A:Oh iya..
U:Pokoknya tenang aja, aman sekali pokoknya.
A:Ya udah ini jangan terlalu lama, barang itu di rumahku kelamaan, di
brankasku.
U:Aku kan juga mengamankan dokumen-dokumen itu semua nanti ya itu kan. Yang
ex-ex kemarin itu harus tak amankan semua. Jangan sampai muncul
kemana-mana. Tapi sesuai aku bilang kemaren nggak ini.
A:Yang bilang kemarin berapa? Kan enam.
U:Belum bonusnya ya? Aku garuk-garuk kepala itu?
A:Aku udah komit, aku udah putus bicara itu sama ibu.
U:Gitu ya…tambahi dikitlah…

2 Maret 2008, atau dua hari setelah Kejagung menghentikan penyelidikan kasus
BLBI. Kembali keduanya melakukan percakapan ketika hendak mengambil uang di
kediaman Hang Lekir.

U:Jalan apa?
A:Terusan Hang Lekir. Kawasan Simprug WG9. WG nomor sembilan. Rumahnya itu
di huk, yang gede tinggi itu.
U:Nomor mobil DK 1832. Halo ibu, saya sudah di depan rumah ini.
A:Ooo klakson aja klakson.

(sumber : Milis Blawgger —> join dengan kami di Blawgger)

TANGGAPAN SAYA :

sungguh sangat disayangkan, lembaga hukum yang satu ini yang dikenal sebagai pengacaranya negara malah mengkhianati client nya sendiri (negara), malah mau disuap dengan sejumlah uang, walah2 seharusnya orang2 dilembaga ini bekerja dengan idealisme yang tinggi, tidak langsung mati dengan sejumlah tawaran uang dimeja mereka…. sunggu disayangkan.

padahal yah,

sayakan baru saja menyelesaikan kuliah hukum dan insya allah bulan ini bakal diwisuda, banyak orang yang mengaku orang dalam kejaksaan menawari saya untuk masuk kejaksaan tampa testing, wuiihhhh saya tertarik donk, tetapi pada waktu si orang tersebut mengajukan sejumlah uang senilai Rp.300 juta untuk perorang, walah langsung ILFIL alias ilang filing saya…. uhhhhh inikah nasib sebuah lembaga hukum???

ampooonnnn……

dari rekaman percakapan diatas saya selaku mahasiswa hukum, sangat miris hati dan cenderung sakit hati dengan keadaan lembaga dan orang2 di dunia hukum ini, inilah kita, inilah indonesia. sekian,-


Aksi

Information

7 responses

17 06 2008
dhy

nyampe tak ya bang…
comment dni yang banyak tadi,,
huhuhu,,,

capek nulisnya tuh,,

17 06 2008
dhy

wuih,,,
ternyata tak nyampe,,,

ywdahlah,,
dni tulis lagi,,
walaupun seruan yang pertama,,
whehehhe,,,

emang tuh bang lembaga hukum indonesia ne buat ksel aja,,,
gak ada atupun yang bisa dibanggain,,,
muka setan semuanya,,,
huh…

masalah suap di kejaksaan???
dah lama bang,,
mana ada yang masuk murni dstu,,,

kakak dni aja gagal,,,
karna dy ga da uang suapnya,,,
tp,,,ngapain takut,,
kalo kita punya otak yang cerdas,,,

palagi abang…
pasti de dapetin kerajaan yang jauh dari yang namanya korupsi ato kebohongan ntuw smwa lah…

owya,,,,
denger2nya mw dganti tuh pejabat2 d kejaksann…
percuma aja menurut dni bang…

karna,,,
dari akar2nya aja dah ditanami bibit to nyogok,,
korupsi,,

gak bakal berkembang de,,,
kalo suap menyuap masih djlankan,,,
tahap awalnya,,
harus dari penerimaan karyawan baru,,
yang murni,,dan ddasarkan atas kemampuan dy,,,bukan materinya,,,

udah gtu bang,,
kejaksaan ne bukan nyelamatin orang2 yang tertindas,,,
tapi,,malah nindas,,,
da lebih mentingin orang yang punya kekuasaan dan materi,,,,

huh,,,
lembaga kayak apa tuh???

dbubarkan aja,,,
sama aja kita kayak hukum rimba,,,
sapa yang kuat,,
dy yang bertahan,,,

yuhuuuuuuuuuuuuuuuu……..

18 06 2008
Anggara

santai aja, enggak usah jadi heran bung. Ini bukti lemahnya pembaharuan di kejaksaan agung

18 06 2008
BungBengbeng

Dengan muka yang sudah lebih tebal dari tembok.
Gak bakalan sumpah serapah dan cacian bikin makhluk-makhluk tersebut merasa MALU.

Tuhan sendiri sudah menyindir dengan sangat KASAR, “lebih HINA dari BINATANG”. Adakah ejekan yang lebih menyakitkan untuk orang WARAS selain kalimat tersebut? hewan cacing saja saat makan ada dipiring sudah sangat menjijikkan, tentu masih banyak hewan yang lebih menjijikkan lagi, dan makhluk ini sangat lebih HINA dari hewan yang paling menjijikkan.

Jika Hewan yang paling rakuspun ada batasnya saat makan, makhluk ini TAK PERNAH bisa kenyang.

Hewan memberi manfaat pada yang memeliharanya, mahkluk ini justru jadi BEBAN yang sangat menyakitkan bagi pemberi makannya. Anak-anak yatim, yang terlantar di kolong-kolong jembatan, susah payah mencari sisa-sisa makanan di tong sampah, orang-orang terpaksa hidup melarat, makan hanya berlauk garam, SEMUANYA dengan DIPAKSA harus ikut MEMBERI MAKAN makhluk-makhluk ini.

Untuk membeli SETETES airpun, mereka sangat memalukan, pakai uang RAKYAT. Hina…..teramat sangat HINA.

TAK KORUPSIpun mereka sebenarnya sudah sangat membebani, KARENA RAKYAT MENGGAJI, harusnya untuk orang-rang yang punya KEMAMPUAN OTAK.

NUSANTARA ini KAYA RAYA. Tak ada NEGARA lain yang SEKAYA RAYA NUSANTARA ini. 1 pulau saja, jika pengelolanya cerdas, cukup untuk menghasilkan swasembada beras. 70% lautnya, bila dikelola dengan cerdas, cukup mampu menjadikan NUSANTARA KAYA RAYA. Apalagi ditambah dengan Emasnya yang menggunung di Papua sana, yang sampai puluhan tahun dikeruk Freeport pun belum habis-habis juga. Cadangan BATUBARAnya terbesar pula di dunia, tapi kenapa PLN bisa krisis bahan bakar? Siapa orang terkaya di Nusantara ini? Yang kaya raya dari menjual Batubara? Kenapa masih juga FREELANCE jadi Menteri? Cacing pun bila kenyang berhenti makan, tapi rakyat Sidoarjo bergelimpangan justru semakin di bikin sekarat, hanya butuh 10% harta orang terkaya di Nusantara ini untuk membuat korban LAPINDO tak MATI.

Makhluk-makhluk yang HATInya mati, jika memang tak ada harapan lagi bagi Rakyat untuk bisa mengingatkan Anda agar NURANI Anda HIDUP lagi. Biarlah Rakyat, anak-anak Yatim, orang-orang yang merintih menahan lapar, mereka yang sekarat dan tak punya harapan hidup lagi di NUSANTARA yang KAYA RAYA ini, hembusan nafasnya menjadi doa, rintihan dukanya menjadi api, yang akan membuat MAKHLUK-MAHKLUK dengan HATI yang MATI, semakin TENGGELAM dalam KEBUTAANnya. Merasa menjadi Mulia, merasa Kaya Raya. Tapi Rakyat menganggap mereka tak lebih dari iblis yang menjijikkan, TUHAN semakin tenggelamkan mereka, tenggelamkan hingga ke anak cucunya. Amien.

21 06 2008
yuhendrablog

@Dhyni

nah keburukan itulah yang perlu dirubah
kita juga gak bisa berpandangn negatif selamanya kepada lembaga hukum kita, masalah buruknya kinerja hal ini disebabkan oleh segelintir oknum2 yang menyalahkan aturan prosedur dilembaga nya tersebut.

jadi gak baik juga kita menyalahkan lembaga
hanya karena kesalahan beberapa oknumnya.

kedepannya, perlu juga adanya seleksi ketat untuk penerimaan kejaksaan
berorientasikan kepada kemampuan dan skill bukan berorientasikan kepada materi… (maaf saya ngomong jujur apa adanya).

masuk kok dek komentnya…………

@Kang Anggara
yups setuju kang, bagaimana bisa santai
kalo kang anggara mungkin bisa, atau barangkali kang anggara sudah capek dengan masalah seperti ini, apalag ngadepin jaksa ya kang !!! hehehehe…

@BungBengBeng
Saya sependapat, dan mudah2an perubahan yang nyata tampak pada masa depan di kejaksaan agung dan lembaga hukum lainnya,…
semangat Bung…
Terima kasih atas kunjungannya…

-ndra-

27 06 2008
Dicky

Minta rekamannya dong…yang beredar kok gak selengkap itu.
Bisa download di mana?

2 07 2008
yuhendrablog

@dicky
versi lengkap ada sama KPK
yang beredear adalah sebagian potongan pembicaraan
yang lengkapnya bukanlah konsumsi publik
jadi kalau rekan ingin versi lengkapnya
silahkan hubungi KPK

terima kasih atas kunjungannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: