Bandar Judi Dibalik Kekalahan TIMNAS ??

29 12 2010

Mungkin sampai saat ini, masyarakat Indonesia masih menyimpan kekecewaan besar setelah Timsas Garuda ditekuk Malaysia 3-0, Minggu (26/12) .

Terlebih, ada yang berbeda dalam pertandingan kemarin. Permainan Timnas tak berkembang saat bertandang ke stadion Bukit Jalil, Malaysia. Ini tentu berbeda saat Firman Utina dkk merebut kemenangan beruntun sejak babak penyisihan grup hingga semifinal melawan Filipina.

Pelatih Alfred Riedl menuding faktor nonteknis ikut mempengaruhi kekalahan timnas. Ada lampu Laser yang menyorot mata kiper Markus Haris Maulana, ditambah gol perdana striker Moh. Safee yang meruntuhkan mental juang tim Merah Putih. Ada juga kegiatan dan undangan yang dianggap tidak ada hubungan dengan pertandingan digelar PSSI, sehingga mengganggu konsentrasi pemain.

Baca entri selengkapnya »





Memilih!

12 12 2010





Ketika ‘Secret code’ terbocorkan

12 12 2010

Militer menuding itu adalah tindakan kejahatan. Ketika Bradley Manning, pemuda yang baru menjadi tamtama, mengunduh puluhan ribu kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat ke dalam CD, ia dituding melakukan tindakan kriminal. Kegiatan iseng untuk membunuh waktu kosong di posko Angkatan Darat Amerika Serikat di Irak pada November 2009-April 2010 itu digolongkan tindakan kriminal berat. Bradley, tentara polos itu, dianggap melanggar peraturan 18 US Code Section 1030. Dia dituding membobol komputer secara tak sah.

Sepele? Kelihatannya begitu. Tapi itu tak seberapa dibandingkan dengan tindakan Julian Assange, warga Australia, yang mendirikan WikiLeaks. Lembaga itu mungkin dalam terminologi anak gaul Jakarta disebut “superbocor”, bukan “bocor alus”. Ya, sejak 28 November 2010, Assange telah membuka lebih dari 250 ribu pembicaraan diplomatik antara kantor Kedutaan Besar Amerika dan Departemen Luar Negeri Amerika–11 ribu di antaranya berkode rahasia.

Semua dibeberkan dengan terang benderang. Mulai makian Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, pembatalan pesanan ruangan di Hotel JW Marriott Jakarta oleh Kedutaan AS sehari sebelum terjadi ledakan bom di hotel tersebut, sampai fenomena serial TV Desperate Housewives di Arab Saudi, yang dianggap ampuh untuk meredam keinginan jihad di negara itu, ada di sana.

Baca entri selengkapnya »





Nasib Lembaga Hukum Indonesia

12 12 2010

Ada tiga institusi yang saat ini tengah mencari figur yang tepat untuk menempati posisi puncak organisasinya. Ketiga institusi ini, yakni Kepolisian, Kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memiliki peran potensial yang sangat penting bagi kelangsungan upaya pemberantasan korupsi di negeri ini. Institusi-institusi inilah yang dilimpahi wewenang oleh negara untuk menegakkan hukum.

Dibandingkan dengan KPK yang menganut prinsip kepemimpinan kolektif, dua institusi lainnya mempunyai garis komando yang jelas. Keputusan akhir mengenai suatu persoalan berada di tangan Kapolri dan Jaksa Agung selaku pemegang jabatan tertinggi di kedua institusi itu. Kewenangan yang dimiliki dan tanggung jawab yang diemban kedua jabatan itu amat besar karena menyangkut “nasib” bangsa ini. Bagaimana keduanya mengelola institusi itu, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh bangsa.

Karakter institusi kepolisian dan kejaksaan, karena itu, sangat diwarnai oleh karakter orang yang duduk di kursi tertinggi. Sebagai lokomotif, Kapolri dan Jaksa Agung diharapkan mampu membawa institusinya ke “jalan yang benar”. Bila Kapolri dan Jaksa Agung belok ke kanan, institusi pun belok ke kanan, dan bila institusi cenderung belok ke kiri, kedua petinggi itu semestinya sanggup mengarahkannya agar tetap belok ke kanan. Namun, sejauh ini, di antara harapan dan kenyataan masih menganga jurang yang sangat lebar, bahkan curam.

Baca entri selengkapnya »





Chandra M. Hamzah Menerima Integrity Award dari World Bank

12 12 2010

Chandra M. Hamzah, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Penindakan,  yang dinilai memiliki integritas dalam gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia, menerima Integrity Award dari World Bank atau Bank Dunia pada 9 Desember 2010.

“Penghargaan ini merupakan penghargaan kepada semua elemen gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia,” katanya. Penghargaan diserahkan oleh Vice President World Bank, Obiageli Ezejwessili. Chandra berada di Washington untuk menerima penghargaan tersebut.

Di samping menerima penghargaan tersebut, kedatangan Chandra juga untuk menghadiri International Corruption Hunters Alliance. Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk menghasilkan kesepakatan bersama dan solusi untuk memecahkan hambatan-hambatan yang timbul dalam penanganan korupsi. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 250 peserta yang terdiri dari lembaga anti korupsi, jaksa senior, hakim, penyidik senior serta wakil dari lembaga internasional yang kompeten dalam kegiatan anti korupsi.

Beberapa isu utama yang dibahas antara lain, peningkatan kerja sama investigasi. Di dalamnya dibahas bagaimana memproses kasus penyuapan transasional ke tahap penuntutan, serta perluasan pengefektifan pertukaran informasi antar negara serta isu pengembalian aset hasil korupsi transnasional.

Sumber: detikNews








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.