Runtuhnya Teori Darwin

17 01 2009

Charles Darwin150 tahun yang lalu, Charles Darwin, seorang ilmuwan alam1 dari Inggris, mengajukan sebuah teori yang didasarkan pada berbagai pengamatan yang ia lakukan selama perjalanannya, namun yang tidak dapat disokong oleh temuan-temuan ilmiah sesudahnya. Pada intinya, teori evolusi Darwin terdiri atas beragam skenario, asumsi, dan penyimpulan (konjektur) yang dilamunkan olehnya dalam angan-angannya.


Mikroskop lensa tunggal yang digunakan Darwin mengungkapkan alat-alat teknologi yang terbatas dan belum berkembang di masa itu.

Menurut skenario evolusinya, zat-zat mati bersatu secara kebetulan untuk membangkitkan sel hidup pertama. Tidak pelak lagi bahwa pernyataan ini sangat tidak cermat dan sesuatu yang tidak bisa diperkuat oleh petunjuk atau temuan ilmiah. Kemudian, menurut mitos itu, wujud kehidupan bersel tunggal ini pelan-pelan-dan lagi-lagi secara kebetulan-berubah menjadi spesies mikroba hidup pertama-dengan kata lain, berevolusi. Menurut kesalahkaprahan evolusi ini, semua bentuk kehidupan di Bumi, dari bakteri hingga manusia, muncul sebagai hasil proses khayali sedemikian.

Pernyataan Darwin tentulah didasarkan tidak atas petunjuk atau temuan ilmiah. Namun, karena pemahaman ilmiah dan peralatan teknologi yang tersedia saat itu boleh dikatakan masih sederhana, makna sepenuhnya pendapat Darwin yang ganjil dan tidak realistis itu tak sepenuhnya jelas terpampang. Dalam keadaan seperti itu, skenario Darwin mendapat pengakuan umum dari sejumlah besar kalangan. Landasan teori evolusi Darwin adalah materialisme. Karena itu, tidak perlu waktu lama bagi teorinya untuk dianut para materialis. Karena menolak fakta penciptaan, kalangan materialis membuta dalam merengkuh teori evolusi, bahkan menyatakan bahwa teori itulah yang diyakini sebagai dasar ilmiah dari pandangan dunia mereka.

Dengan melakukan sejumlah besar penelitian dan penyelidikan serta membangun lingkungan buatan di laboratorium-laboratorium, mereka mencoba menghadirkan temuan-temuan yang akan menguatkan teori Darwin. Akan tetapi, setiap keping penelitian dan setiap temuan baru yang mereka peroleh hanyalah menyusun petunjuk yang membantah alih-alih menegaskan teori. Ilmu pengetahuan dan teknologi membuat kemajuan pesat sejak awal abad ke-20 dan membantah teori evolusi. Semua cabang ilmiah yang berkaitan dengan pokok itu-seperti mikrobiologi, biomatematika, biologi sel, biokimia, genetika, anatomi, fisiologi, antropologi, dan paleontologi-menyingkapkan tak terhitung bukti yang semuanya melemahkan teori evolusi.

Salah satu temuan besar yang membantah teori evolusi adalah rekaman fosil, yang engungkapkan bahwa struktur spesies-spesies hidup tetap tak berubah selama
puluhan juta tahun. Dalam foto dalah seekor serangga yang hidup di masa kita dan fosilnya yang berumur 50 juta tahun. Spesies ini, yang tetap sama setelah 50 juta
tahun, membantah evolusi.

Fosil salamander berumur 125 juta tahun dan mitra masa kininya

Pakis telah memertahankan struktur yang sama sejak hari diciptakan. Pakis yang tetap sama selama kira-kira 300 juta tahun adalah sepotong petunjuk yang menguatkan ketidaksahihan teori evolusi.

Rekaman fosil mungkin merupakan petunjuk terpenting yang meruntuhkan pernyataan-pernyataan teori evolusi. Fosil-fosil mengungkapkan bahwa bentuk-bentuk kehidupan di Bumi tidak pernah mengalami bahkan secuil pun perubahan dan tidak pernah saling berkembang ke satu sama lain. Dengan meneliti rekaman fosil, kita mengetahui bahwa mahluk-mahluk hidup saat ini persis sama dengan mahluk-mahluk hidup jutaan tahun silam-dengan kata lain, mereka tidak pernah mengalami evolusi. Bahkan selama zaman-zaman paling kuno, bentuk-bentuk kehidupan muncul mendadak beserta segenap struktur rumitnya-dengan ciri-ciri sempurna dan unggul, sebagaimana keturunannya hari ini. Ini menunjukkan satu fakta tak terbantahkan. Mahluk-mahluk hidup tidak muncul lewat proses khayali evolusi. Semua mahluk hidup yang pernah ada di Bumi diciptakan oleh Allah. Fakta penciptaan ini tersingkap sekali lagi dalam jejak-jejak yang ditinggalkan oleh mahluk-mahluk hidup yang tanpa cela. Buku ini akan memberikan Anda bukan hanya informasi tentang apa itu fosil dan di mana serta bagaimana ditemukan, namun juga penelitian lebih dalam beragam spesimen fosil yang jutaan tahun umurnya dan tetap mampu menyerukan, “Kami tidak pernah mengalami evolusi; kami diciptakan. ” Fosil-fosil yang dibahas dan diuraikan di buku ini hanya sebagian kecil contoh dari ratusan juta spesimen yang membuktikan fakta penciptaan. Dan bahkan sedikit contoh ini sudah cukup membuktikan bahwa teori evolusi itu kebohongan dan tipuan besar dalam sejarah ilmu pengetahuan.

APAKAH FOSIL ITU?


FOSIL KODOK BERUMUR 50 JUTA TAHUN
Tidak ada perbedaan antara
kodok ini, yang hidup 50
juta tahun silam, dan yang
hidup hari ini.

1.Umumnya, setelah kematian
suatu organisme hidup,
pertama-tama jaringan lunak
menjadi rusak dan membusuk.
Lalu, bagian-bagian keras
seperti tulang dan gigi
bertahan. Penguburan harus
terhadap cukup cepat untuk
mencegah kerusakan tulang.2. Setelah waktu yang lama,
tulang menjadi terkubur di
bawah lapisan-lapisan dasar
endapan dan di situlah sisa-sisa
mahluk hidup menjadi
membatu.3.Seraya tanah di atasnya
perlahan-lahan terkikis, lapisan
batuan tempat fosil terbentuk
mulai muncul ke permukaan.

4. Fosil yang mencapai permukaan
muncul sendiri atau ditemukan
oleh para ahli palentologi selama
penyelidikan mereka.

Menurut definisi terluasnya, fosil adalah sisa mahluk hidup yang hidup dulu sekali dan masih ada hingga hari ini karena terawetkan oleh keadaan alam. Fosil-fosil yang sampai kepada kita adalah bagian-bagian tubuh suatu organisme, atau sisa-sisa yang ditinggalkan saat mahluk hidup terkait masih hidup (yang terakhir ini disebut fosil jejak). Fosil terbentuk ketika binatang atau tumbuhan mati terawetkan sebelum sempat membusuk sempurna, lalu menjadi bagian dari batuan endapan Bumi. Agar proses pemfosilan berlangsung, binatang atau tumbuhan harus cepat-cepat terkubur-biasanya dengan cara dibungkus lapisan lempung. Secara umum, hal itu diikuti oleh proses kimiawi, dengan mana pengawetan terjamin lewat cara perubahan mineral yang terjadi pada jaringan-jaringan asli.

Fosil adalah petunjuk terpenting rincian kehidupan prasejarah. Dari berbagai kawasan dunia, ratusan juta fosil telah diperoleh dan semuanya memberikan sebuah jendela untuk melihat sejarah dan struktur kehidupan di Bumi. Jutaan fosil menandakan bahwa spesies-spesies muncul mendadak, terbentuk sempurna dan beserta struktur rumitnya, dan tidak mengalami perubahan apapun selama jutaan tahun setelah itu. Inilah bukti penting bahwa kehidupan dimunculkan dari ketiadaan-dengan kata lain, kehidupan itu diciptakan. Spesimen-spesimen fosil yang dinyatakan para evolusionis sebagai “fosil antara” sedikit jumlahnya dan ketidaksahihannya telah dibuktikan secara ilmiah. Pada saat yang sama, sebagian spesimen yang digambarkan sebagai fosil antara telah terungkap sebagai pemalsuan, menunjukkan bahwa para Darwinisdemikian berputus asa sampai-sampai berpaling ke penipuan.


Fosil kepiting yang hidup antara 38 dan
23 juta tahun silam.

Selama 150 tahun terakhir atau lebih, fosil-fosil hasil penggalian yang dilakukan di seluruh dunia membuktikan bahwa ikan itu selalu dulunya ikan, serangga itu selalu dulunya serangga, burung selalu burung, dan reptil selalu reptil. Tidak satu fosil pun yang menunjukkan suatu peralihan di antara spesies-spesies mahluk hidup-misalnya, dari ikan ke amfibi, atau dari reptil ke burung. Pendeknya, rekaman fosil telak-telak menghancurkan pernyataan dasar teori evolusi bahwa spesies-spesies turun dari satu sama lain melalui perubahan-perubahan selama masa waktu yang panjang.

Di samping informasi tentang bentuk kehidupan, fosil juga memberikan data penting tentang sejarah planet, seperti cara gerakan lempeng benua mengubah permukaan Bumi dan jenis perubahan iklim yang terjadi di masa silam.


Fosil pohon birk dari Zaman
Paleosen (65,5 hingga 55 juta tahun silam) yang
ditemukan di Montana adalah
fosil tiga dimensi.

Fosil telah menarik minat para peneliti sejak zaman Yunani Kuno, walau penelitian fosil sebagai cabang ilmu tersendiri baru dimulai di pertengahan abad ke-17. Ini diikuti oleh karya-karya peneliti Robert Hooke (pengarang Micrographia di tahun 1665 dan Discource of Earthquakes di tahun 1668) dan Niels Stensen (yang lebih terkenal sebagai Nicolai Steno). Pada saat Hooke dan Steno melakukan penyelidikan mereka, kebanyakan pemikir tidak memercayai bahwa fosil sebenarnya sisa mahluk hidup yang pernah hadir di masa lalu. Di tengah perdebatan tentang apakah fosil itu benar-benar sisa mahluk hidup ada ketakmampuan menjelaskan letak fosil ditemukan secara geologis. Fosil sering ditemukan di daerah pegunungan, dan pada saat itu, mustahil menjelaskan cara seekor ikan, misalnya, memfosil di lapisan batuan yang demikian tinggi dari permukaan laut. Sebagaimana pernah disarankan oleh Leonardo Da Vinci, Steno bersikukuh bahwa permukaan laut telah menurun selama perjalanan sejarah. Hooke, di sisi lain, mengatakan bahwa pegunungan terbentuk sebagai akibat pemanasan di dalam Bumi dan gempa di lempeng-lempeng benua.


Seorang peneliti fosil sedang bekerja di Formasi Ediacara
di Australia.

Setelah uraian-uraian Hooke dan Steno, yang menjelaskan bahwa fosil sebenarnya adalah sisa mahluk hidup yang hidup di masa lampau, geologi berkembang selama abad ke-18 dan 19, lalu pengumpulan dan penelitian fosil mulai berubah menjadi sebuah cabang ilmu pengetahuan. Prinsip-prinsip yang diletakkan Steno diikuti dalam pengelompokan dan penafsiran fosil. Mulai abad ke-18, perkembangan dunia pertambangan dan meningkatnya pembangunan rel kereta api memungkinkan penyelidikan yang lebih luas dan terinci mengenai apa yang terkubur di bawah permukaan tanah.

Geologi modern menyingkapkan bahwa kerak Bumi terdiri atas ruas-ruas besar yang disebut dengan “lempeng, ” yang bergerak melintas permukaan bola dunia, mengusung benua dan membentuk samudera. Semakin besar gerakan lempeng, semakin banyak perubahan dalam geografi Bumi. Untaian pegunungan adalah hasil tumbukan antara lempeng-lempeng raksasa. Perubahan dan tonjolan dalam geografi Bumi yang terjadi selama jangka waktu yang panjang juga menunjukkan bahwa lapisan-lapisan yang saat ini menyusun bagian-bagian pegunungan suatu saat berada di bawah permukaan air.

Bintang laut berumur antara 443 dan 490 tahun ini
mengungkapkan bahwa bintang laut tetap sama selama
ratusan juta tahun dan tidak berevolusi.
SEMUT BERSAYAP YANG HIDUP
ANTARA 20 HINGGA 15 JUTA
TAHUN SILAM
Fosil-fosil yang terperangkap dalam
damar oleh pengerasan getah juga
membantah teori evolusi.

Udang yang hidup 250 juta dan 70
juta tahun silam sama dengan yang
hidup di zaman kita. Udang yang
tetap tak berubah selama jutaan
tahun menunjukkan bahwa evolusi
tidak pernah terjadi.

Temuan-temuan fosil mengungkapkan bahwa mahluk-mahluk khayalan dalam gambar-gambar ini tidak pernah ada. Mahlukmahluk hidup lainnya muncul mendadak dalam rekaman fosil, lengkap dengan semua ciri-cirinya, dan sepanjang hidup
mereka, spesies-spesies ini tidak mengalami perubahan apapun.

Para Darwinis menyatakan bahwa dengan mengalami perubahan-perubahan kecil, mahluk-mahluk hidup berevolusi dari satu spesies ke spesies lainnya selama jutaan tahun. Menurut pernyataan yang dibantah temuan-temuan ilmiah ini, ikan beralihrupa ke amfibi, dan reptil beralihrupa
ke burung. Proses yang disebut alihrupa ini, yang dikatakan berlangsung jutaan tahun, seharusnya meninggalkan sangat banyak petunjuk dalam rekaman fosil. Dengan kata lain, selama penelitian mereka yang sungguh-sungguh selama seratus tahun terakhir, para penelitian seharusnya menyingkap banyak mahluk hidup amat ganjil seperti setengah ikan setengah kadal, setengah laba-laba setengah lalat atau setengah kadal setengah burung. Akan tetapi, sekalipun hampir setiap lapisan Bumi telah digali, tidak satu juga fosil telah ditemukan yang dapat dipakai para Darwinis
sebagai petunjuk dari yang mereka sebut peralihan.
Di sisi lain, ada tak terhadap fosil yang menunjukkan bahwa laba-laba selalu laba-laba, lalat selalu lalat, ikan selalu ikan, buaya selalu buaya, kelinci selalu kelinci dan burung selalu burung. Ratusan juta fosil jelas-jelas menunjukkan bahwa mahluk-mahluk hidup tidak mengalami evolusi, namun diciptakan. Ratusan juta fosil membuktikan bahwa mahluk-mahluk hidup tidak berevolusi, melainkan diciptakan.

1- Dalam foto adalah seekor trilobit yang hidup di zaman Ordovisi (490 hingga 443 juta tahun silam) dan seekor gastopoda dari zaman Silur (443 hingga 417 juta tahun silam). Dari fosil-fosil ini, kita dapat menduga bahwa lapisan batuan tempatnya berada berumur kirakira 442 hingga 448 juta tahun.2-Fosil-fosil yang digunakan untuk menentukan tanggal formasi batuan disebut fosil indeks. Sebagian besar spesies ini adalah yang hidup hanya di zaman tertentu, tersebar luas dan mudah dikenali.

Penelitian-penelitian geologi menunjukkan bahwa lapisan-lapisan Bumi bergerak dan pegununganpegunungan
terbentuk sebagai akibat gerakan dan tumbukan lempeng-lempeng tektonik besar.
Dalam gambar di atas, sejarah formasi Himalaya dilukiskan. Ketika kawasan India mulai bergerak
ke arah Euroasia kira-kira 145 juta tahun silam, lantai samudera tergelosor ke bawah Euroasia.
Bergabungnya India dengan Euroasia menyebabkan lapisan-lapisan lantai samudera terperangkap
di antara kedua benua dan pada gilirannya, menjadi terdesak ke atas, menghasilkan timbulnya
pegunungan Himalaya masa kini.

Lewat cara inilah fosil-fosil yang terlihat dalam lapisan batu tampil sebagai salah satu cara utama mendapatkan informasi tentang beraneka zaman sejarah Bumi. Informasi geologis menunjukkan bahwa sisa-sisa mahluk hidup yang setelah mati terawetkan dalam endapan -alias fosil-muncul di lapisan batu yang tergelar selama masa waktu yang sangat panjang. Sebagian batuan tempat fosil ditemukan berasal dari masa ratusan juta tahun.

Selama kajian-kajian itu, teramati juga bahwa spesies fosil tertentu hanya ditemukan di lapisan dan jenis tertentu batuan. Lapisan batuan yang berurutan tampak mengandung kelompok khas fosil yang boleh dianggap sebagai “tandatangan” bagi lapisan itu. “Fosil tandatangan” ini dapat beragam; sesuai dengan waktu, zaman, atau daerah. Misalnya, dua keadaan lingkungan dan jenis endapan yang berbeda-ambil contoh dasar danau kuno dan gugus karang-dapat ditemukan di lapisan penyimpan fosil yang sama yang berasal dari zaman geologi yang sama. Sebaliknya, orang dapat menemukan fosil “tandatangan” yang sama pada dua lapisan batuan yang terpisah berkilo-kilometer jauhnya. Dari informasi yang disampaikan oleh sisa-sisa ini, para ilmuwan menentukan kerangka waktu zaman geologi yang masih kita pakai hari ini.

Tulisan ini diunduh secara langsung dari website :

http://harunyahya.com/


About these ads

Aksi

Information

19 tanggapan

19 01 2009
Ayyash

Anehnya…

Teori ini masih saja menempati tempat terhormat di hampir semua buku-buku IPA di perpustakaan sekolah-sekolah kita. Fakta telah terungkap. Manipulasi kaum Darwinisme telah terbongkar. Tapi tak segera kita saksikan koreksi mendasar terhadap bahan ajar IPA ini.

Ada apa sebenarnya?
Hemat saya, disinilah ditanamkan racun sekularisme. Pelan-pelan anak-anak kita dididik untuk melupakan “peran” Tuhan dalam kehidupan. Segalanya terjadi secara kebetulan! Tidak ada campur tangan TUHAN. Tidak ada fakta penciptaan. Atau, jika Tuhan diakui keberadaannya, maka Tuhan hanya berhak mengatur urusan akhirat (agama). Adapun urusan kehidupan (dunia) maka manusialah yang yang “paling mengerti kemaslahatannya”. Alasannya, Inilah jalan tengah, sikap yang paling adil.

Selanjutnya.. akan dikatakan, Tuhan tidak melakukan apapun. Ekstrimnya bahkan didoktrinkan bahwa Tuhan sebenarnya tidak ada, Tuhan hanyalah imaginasi yang kita ciptakan. Kemudian kita pun akan menolak segala aturan-aturan yang dinisbahkan kepada Tuhan.

Kalau kita memang mengakui bahwa keserasian dan keteraturan alam ini bukanlah suatu kebetulan, tentulah kita akan mengakui keberadaan dzat yang maha sempurna yang telah menciptakan dan memeliharanya. Pengakuan ini akan berujung pada pemahaman manusia bahwa sebaik-baik aturan yang akan mampu memelihara serta memakmurkan alam semesta dan seluruh isinya adalah aturan Sang Pencipta itu sendiri.

Inilah yang ditakuti para pemuja kebebasan sehingga kebenaran yang telah berada di depan mata pun, setengah mati dikaburkan. Hancurnya Darwinisme, jelas mengancam ideologi sekularisme yang selama ini telah dipuja dan telah mengenyangkan perut pemujanya.\

(Suudzon lagi ……..)

1 02 2009
ipunggracer

sebaiknya bang Darwin itu gak usah dibicarakan dan disebut2 lagi, apalagi sampe tertulis dibuku bacaan atau buku pelajaran, biar orang seluruh dunia melupakan teorinya yg gak masuk akal itu.

12 02 2009
abriyanto yogo j.

benar bgt, dari kecil dah di kasih pelajaran bahwa makhuk hidup itu berevolusi, padahal semua penemuan fosil2 menunjukkan seperti makhuk yang ada saat ini,mungkin para darwinis cuman percaya dinosaurus x? coz mereka dah gak bisa dilihat yah mungkin anggepannya jadi ayam x?
tapi mereka juga tau bahwa 65 juta tahun lalu ada tumbukan bumi dengan meteor? hingga semua dinosaurus punah….
tapi kok masih aja percaya mereka yang selamat berubah menjadi burung dll…
apalagi manusia berasal dari ‘MONYET…..?????’ amit2 bgt yah?masak dengan bangganya mengaku manusia berasal dari monyet? pada gak tau agama x?
ya dah lah intinya saya dah seneng dan lega banyak ilmuan yang menyerukan dihentikannya teori darwin ini.

Himbauan juga tolong buku2 pelajaran segera direvisi atau kita adakan pemboikotan tentang mapel teori evolusi dan film2 Discovery yang menayangkan teori darwin diatas coz itu bener2 ‘ATHEIS’

21 02 2009
Caesa

Aku sangat tertarik dengan hasil-hasil temuan Charles Darwin…
Apalagi yang dia mengatakan tentang teori evolusinya yang isinya sebagai berikut:
“NENEK MOYANG KITA DULUNYA ADALAH KERA”
Aku masih percaya bahwa yang dikatakan Carles Darwin itu -BENAR-.
Memang sih aku tdk mempunyai bukti apa-apa,tapi itu adalah pendapatku.
Aku ingin sekali membaca buku ciptaan Charles Darwin yang judulnya:
“Origin of Species by Means of Natural Selection”….Hehee….
Tapi aku masih bingung…
Mengapa “TEORI EVOLUSI” harus dibantah???
Memang sih,aku tahu pasti banyak orang yang mengatakan : “Masa kita disamakan dengan monyet????Memang sih itu nenek moyang kita.Tapi jika nenek moyang kita dulunya adalah seekor monyet,berarti kita adalah keturunan monyet,begitukah??”
Ok2!memang sih orang boleh berpendapat dan berkata seperti itu…Tapi apakah caranya harus dengan meruntuhkan dan memusnahkan “TEORI EVOLUSI”nya Charles Darwin????
NB:Tolong ya,yang baca comment-ku ini…Membalas ke E-mail yang sudah aku tulis,di atas comment-ku ini…
Thx.

22 06 2009
Aan Lampung

Memang orang-orang totol dan bodoh yang masih percaya sama teori evolusi Darwin.
Sebagai Orang yang berpendidikan kita harus sadar tentang arah hidup kita.
jangan ma di bodohi terus sama orang-orang barat. . .

1 07 2009
rrj

Masa nyomet jadi roang. Roang ya roang, hewan ya hewan. Kan udah jelas: Orang, hewan, tumbuh2xan. Thanks.

14 09 2009
CrimeSon's

HUAKAKKAKAKAKAKAK tp bukan berarti dengan runtuhny teori darwin qt jg ga ad hubungan ama monyet. soalny menurut para ahli qt jg masi ad hubungan taksonomi sebagai mahkluk primata….check dehh. mungkin harus dibuat genus yang berbeda…..

14 09 2009
CrimeSon's

telor kepencet enter……………..
lanjutan….

mungkin perlu diklarifikasikan masalah taksonomi manusia jgn disamakan dengan monyet. beuh tar jd iklan salah satu di televisi…………. kalo teori darwin bener gue kawin ama monyeeeeeeeeeeeeeeeettttttt………

wakakkaaakaakakakakkakakkak

14 09 2009
CrimeSon's

TQ telah baca. wasalam….. cup cup muach bye2…

20 05 2011
Farisaica

hm yah sekarang ada penemuan para ahli yang menjawab rasa penasaran orang akan “MISSING-LINK” yang tercipta akibat teori darwin ,Bagus deh
jadi segala penemuan itu memang harus ada buktinya . SARAN aja buku pelajaran perlu diedit deh masak iya teori yang nyata nyata salah masih terus kita pelajari ? :)

5 09 2011
ilham

mau tanya tentang teori evolusi, silahkan masuk sini http://www.facebook.com/ateis.menjawab ,

13 09 2011
Evan Kurniawan

charles darwin tidak salah, namun tidak juga sepenuhnya benar
Cobalah pikir dgn logika, jika benda organik(misalnya tumbuhan) tidak berasal dari zat anorganik(misalnya garam mineral dlm tanah), maka akan lebih tidak masuk akal lagi teori lainnya (karna tak masuk akal, saya tak beri contoh)
DAN fosil yg ditemukan tetap sama dlm rentang waktu 50 juta tahun adalah normal, jika sebuah mahkluk mampu beradaptasi dengan luar biasa maka dia akan tetap sama selama ratusan juta tahun, ini sesuai dgn teori darwin, sebuah mahkluk akan menyesuaikan diri jika lingkungan mengharuskan dan jika lingkungan tetap mendukung, maka buat apa dia menyesuaikan diri(berubah bentuk)

misalnya kecoak, hewan ini bentuk, morfologi dan anatominya tetap sama dari zaman karbon(250 juta tahun yg lalu) karena keadaan lingkungan masih tetap mendukung sampai sekarang
Juga, orang yg tidak setuju bahwa manusia berasal dari kera, saya setuju dgn pendapatnya karena manusia itu berasal dari ‘manusia kera’ yaitu pithecantropus dan megantropus, fosil manusia kera ini sudah ditemukan dan tak dapat dibantah lagi bahwa ini adalah peralihan dari kera terdahulu dengan manusia

18 09 2012
momogi

saya kurng setuju dng evan kurniawan, tpi klo dy berargument sperti itu, itu juga tidak masalah, berati anda itu mantan monyet….orng tuan anda juga mantan monyet, meskipun mantan ttep aja sifat monyetya ga bisa hilang
anda seharusnya tidak blh mrah,bhkan hrus bngga jika saya ktakan anda adalah monyet….

27 09 2012
nastain nasacom

keturunan kera juga banyak yg cuap2 disini hehehehhehe. logika kering. Cobalah telusur dari manusia-kera-primata lain sampai makhluk satu sel? pernahkah satu sel hidup dari anorganik terbentuk di lab? omong kosong. paling2 jawabannya kebetulan dan andai2 alias khayalan saja.

2 10 2012
Ifah

Kok masih aja ada orng yg percaya ama teoriny si Darwin?? Makhluk” hidup tdk muncul lewat proses evolusi. Semua makhluk hidup yg ada d bumi d ciptakan oleh ALLAH..
Bagi yg masih percaya akan evolusiny Darwin,tolong jgn langsung aja percya.. Mungkin aja teori itu salah! Apa hubunganny coba manusia and Monyet? emangsih sama” makhluk hidup.. Tapi yg nmany Hewan ya Hewan! Manusia ya Manusia! bukan Hewan sma dgn Manusia..
Tpi aku jga msih bingung.. Walaupun teori darwin udah runtuh.. tpi knpa masih bnyk yg percaya d zaman ini?? Apa buktiny kurang kuat ya??
Walaupun masih bnyk orng yg percaya akn teori itu.. aku akan ttp pda pendirianku.. aku g akan pernah mau percya! Apapun alasan orng lain yg masih aja percya…
Berpikir ulanglah.. kalau emng kta pertamany dri monyet or kera,truss.. spa yg menciptakan monyet itu?? g mungkinkan kalau secara tba” muncul! pasti ada penciptany!
Masa iy sih nenek moyang kta Monyet?? Hellooo??!!

itu pendapatku…

23 10 2012
Jean Cosz***

Sebenarnya Teori Darwin ini memang keren dan unik, tapi terbukti salah. Janganlah kita lagsung menghukum dia dengan menghapus teorinya. Kan gara-gara si Darwin, manusia membuka jalan pikirnya lebih jauh dan lebih terbuka.

25 12 2012
ega

ribuan ilmuan menyatakan bahwa teori darwin hanya manipulasi materialisme,,ternyata fosil yg dia pke dulu adalah fosil ssmbungan,,,dcmpur kera sma manusia jd nya org jjmn dulu percaya,,krn teknologi masi belum canggih tdk sprti saat ini,,,Allah Sungguh Maha Besar menciptakan manusia dan jagat raya ini sangat kompleks tdk ad yg tak seimbang pada ciptaanNya

25 12 2012
ega

jika masi ad yg percaya teori darwin,,nanti saat mati akan tau sendiri kebenarannya

14 04 2013
typossa

Teori evolusi ga perlu diruntuhkan …
sudah runtuh dengan sendirinya..

http://latansaebiet.wordpress.com/2011/12/27/kebohongan-teori-evolusi-darwin/

Fosil-fosil pithecantropus , megantropus,dll.. itu hanya rekayasa yg dibesar2kan…

http://asadsacaesar.blogspot.fr/2012/06/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: