Konflik Antara Israel dan Palestina tidak lain adalah konflik perebutan kedaulatan daerah kekuasaan, meskipun hal tersebut kemudian berkembang kepada masalah SARA.
Negara Israel dan Palestina terletak di wilayah Timur tengah dari Semenanjung Arab, tepatnya berbatasan langsung dengan Negara Mesir, Sinai, Yordania serta Libanon. Konflik perebutan daerah kekuasaan ini telah terjadi kurang lebih dalam kurun waktu 60 tahun lamanya, mulai dari belum terbentuknya Negara Israel, dan Israel masih merupakan sekelempok yahudi gerilyawan bersenjata yang mencoba mengambil alih kekuasaan dari orang-orang Palestina yang dahulunya belum berbentuk Negara juga.

Jika ditelaah dari sudut pandang sejarah ‘Histori’ nya, dahulunya kawasan sekarang yang diperebutkan Israel – Palestina adalah daerah kekuasaan kedua belah kerajaan, yaitu sebelah Utara termasuk Damaskus dikuasai oleh kerajaan David ‘Davids Kingdoms’ ( 970 SM ) sedangkan pada daerah Selatan dikuasai Oleh kerajaan Solomon ‘Solomon Kingdoms’ (930 SM ) hingga akhirnya penguasaan daerah tersebut tersatukan dalam kekuasaan ‘The Hasmonaean Kingdoms’ ( 167 – 142 SM ).
Berikut Perkembangan Daerah Kedaulatan Israel – Palestina
I. Pada tahun 1920 – 1948
Sebagian besar daerah Jalur Gaza dahulunya dikuasai sepenuhnya oleh bangsa Arab (red. sekarang Palestina), dalam peta diatas digambarkan dengan warna ‘kuning’ sedangkan warna ‘orange’ adalah kawasan yang didiami oleh bangsa Israel. Pada tahun tersebut juga terjadi konflik antar kedua bangsa ini, dimana banyak gerilyawan Israel yang dengan secara diam-diam menyerang dan menguasai daerah kedaulatan palestina. Atas dasar tersebut maka melalui Inggris sebagai penengah pada waktu itu berupaya mendamaikan kedua bangsa yang bertikai ini.
II. Pada tahun 1947
PBB melakukan perdamaian serta mencoba menjadi penengah, tampak pada peta bahwa semakin lama daerah kekuasaan Israel (warna orange) semakin luas, sedangkan bangsa palestina harus puas berbagi dengan bangsa Israel dengan merelakan sebagaian kedaulatannya diambil alih oleh Yahudi.
III. Pada Tahun 1967 hingga sekarang
Seluruh kawasan telah dikuasai oleh Israel dan Palestina hanya mendaulati daerah sekitar Jalur Gaza serta beberapa daerah yang berbatasan langsung dengan Yordania.
Dari peta diatas, tampak sangat jelas apa yang dilakukan oleh Israel merupakan tidak lain adalah tindakan “Penjajahan” terhadap bangsa Palestina yang telah berbentuk Negara dan telah mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari berbagai Negara di dunia. Apalagi tindakan ‘pengusiran’ yang dilakukan dengan cara perang membabi-buta tidak dapat dibenarkan, Israel tidak lagi hanya menyerang Pejuang Hamas namun membombardir camp pengungsian rakyat sipil, bahkan waktu penyerangan Operasi tentara Zionis Yahudi tersebut tepat saat anak-anak Palestina pulang sekolah, hal ini dapat diartikan bahwa Israel berupaya membunuh ’satu generasi’ dari bangsa Palestina. Terbukti dari banyaknya jumlah korban penyerangan tersebut adalah anak-anak yang masih muda belia.
Seharusnya dengan adanya hal semacam ini, PBB harus lebih Pro-Aktif untuk mengusahakan ‘gencatan senjata’ antara kedua Negara, dan mengupayakan perdamaian serta mempercepat penyelesaian konflik. Dan Juga PBB harus tanggap terhadap keadaan anak-anak korban perang dengan mengaktifkan UNICEF untuk melindungi hak-hak anak korban perang yang tidak tahu apa-apa dan tidak berdosa.
Sumber :
Ulasan dan Peta dari berbagai sumber












tetap optimis pada perdamaian
save palestine!!!
israel bangsa iblis yang berwujud manusia
israel is a state war criminal
Perang Itu biasa Sama dalam keluarga tengkar sekarang Rujuk besok,
gak usah terlalu Kaku ,sama dengan bertetangga ,Bernegara.
Jadi Kawan -kawan jangan terlalu kau kita pikirkan Ambalat dan Negri Kita
Wassalam.
Palestina……
We’re with u!!!
sesungguh nya islam takkan pernah kalah walau bagai manapun kondisinya ???……
Takbir ALLAHHUAKBAR……5X…
israel pasti kalah…………..!
Israel pasti dapat dikalahkan asalkan umat Islam Sunni dan Syi’ah bersatu.Malu donk jikalau Bangsa Arab lebih mementingkan ras mereka dari pada persatuan Islam.Banyak negara2 Amerika Latin yang sudah “merapat” ke Iran.
hey …. * _ * You’re the Zionist
if you dare Do not Like It
Imagine you try you Kafir Army Fight
People’s Civil Nah Got The Guns
Suppose you who were we! Surely you will
Cowards Protection Request …..
Kafir Dogs Think Again ……… !!
Allohuakbar ……..
hehe.. Kayaknya ga mungkin orang arab ngalahin Israel tuh.. khan dah pernah dicoba… lupa ya… gimana orang arab terbirit2 sambil megangin sorbannya… badannyanya aja besar sama nafsu sex… kita kirim aja TKW yg biar mereka bersemangat perang dengan Israel…. atau mungkin kita coba ngirim FPI aja yg senang berkoar2 masalah susila (padahal dia juga pelanggar asusila)…
gimana….
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Kedua Kubu Sama-Sama Keras. Dan Israel Semakin Keras karena Di bantu Negara2 Besar Eropa hingga mengeluarkan semacam Fatwa Zionis yaitu ” 1 Tentara/rakyat Israel Gugur,100 umat muslim palestina Harus di bantainya “..
Lalu Apa Yang Di alami Palestina?
Hanya Menjadi Korban Hinaan Mereka meski Palestina Mengikuti Alur Keras yang di luncurkan Israel namun Palestina Tidak Ada Kesiapan untuk Berperang/berjihad.
Al-hasil Rakyat Palestina Menjadi Korban Ideologi,sosialisme,nasionalisme dan B’ats dll dari Partai Besar Mereka dan Keganasan Dari Kubu Israel.
Perundingan damai akan terjadi bila Hamas Mau Berjihad(Secara Defensif)..
tak ada salahnya Bila Perjanjian damai Itu terjadi..
utk Mengakhiri terjatuhnya umat dalam kesedihan, penyesalan, pembunuhan dan perusakan.
wassalam.
dalam sejarah tidak ada negara palestina yang ada dari sono nya cuman israel. Cerita NABI MUSA pun menjelaskan tentang adanya ISRAEL bukan palestina. dan semua nabi pun menceritakan adanya ISRAEL bukan palestina