Setelah STPDN sekarang STIP

18 06 2008

setelah STPDN sekarang ada lagi sebuah lembaga pendidikan dalam negeri yang masih menggunakan sistem kekerasan dalam mendidik anak didiknya, lembaga pendidikan tersebut adalah STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Jakarta, sekolah yang dikenal melahirkan calon2 petinggi departemen perhubungan tersebut seperti syahbandar dan sebagainya telah menarapkan sistem kekerasan layaknya militerisme, pemukulan demi pemukulan seolah menjadi budaya bagi seorang senior untuk memukul juniornya yang akan naik tingkat, inilah nasib lembaga pendidikan kita, jika ditanya susah atau tidaknya masuk ke STIP ? jangan heran, masuk dan jebol untuk bersekolah disana sama susahnya untuk masuk kesekolah STPDN, AKPOL dan kejaksaan. sudah susah, disiksa pula.

kaitan dengan kekerasan yang terjadi di STIP, pada tanggal 5 juni 2008 salah seorang siswa STIP meninggal dunia diakibatkan kekerasan dan pemukulan yang dilakukan oleh seniornya, anda bisa liat cuplikan vidio dibawah ini nantinya. sungguh ironi memang, tidak ada lagi lembaga pendidikan dalam negeri ini yang tidak dibumbui dengan kekerasan, baik itu lembaga pendidikan departemen2 negara, maupun lembaga pendidikan sekelas universitas dan kampus. kedepannya, semoga hal2 semacam ini dikoreksi sedemikian rupa, agar cita-cita untuk mencerdaskan bangsa terlaksana dan pemberian pengajaran akan tercipta, bukan sebaliknya memberikan “PENGHAJARAN” terhadap anak didiknya. Demikian.


Tindakan

Information

3 tanggapan

19 06 2008
kuLkas juga manuSia » Blog Archive » Mental preman kok dipiara?

[...] mengulas soal kekerasan yang dilakukan para senior. Selain kekerasan di STPDN, ospek aneh di IPB, kekerasan di STiP yang mengakibatkan kematian, dan kekerasan di sebuah SMU di Jakarta, kini ada juga kekerasan yang dilakukan geng Nero. Menurut [...]

19 06 2008
Like Artalita

Senior sama junior sama-sama goblok ……
padalah kalo mau begitu ada perpeloncoan yunior itu bersatu, terus demo ..
jangan takut utuk berbuat benar huhhhhhh !!!!!!!!!!

21 06 2008
yuhendrablog

@Kulkas Juga Manusia
Terima kasih atas kunjungannya buk, :)
saya akan link back….

@Like Artalita

||||”Senior sama junior sama-sama goblok ……
padalah kalo mau begitu ada perpeloncoan yunior itu bersatu, terus demo ..
jangan takut utuk berbuat benar huhhhhhh !!!!!!!!!!”||||

terkadang, mereka takut untuk melanggar peraturan dan kebiasaan yang sudah jadi adat istiadat disana, dan mungkin adat istiadat di sekolah kedinasan semacam STPDN , STIP atau yang lainnya seperti ini adanya, sebenarnya solusi yang nyata adalah mengahpuskan budaya kekerasan dikampus dan meniadakan ospek, boleh si boleh ospek asal tidak dicampur dengan kekerasan seperti ini.

saya juga heran,
kenapa juga sekolah kedinasan haru seperti ini pendidikan
melebih-lebihi dari sekolah AKABRI atau AKPOL yang notabene memang memegang sistem kemiliteran dan harus dengan kekerasan, kekerasan yang dimaksud ketegasan untuk memupuk jiwa seseorang tersebut untuk berjiwa militer.

kedepan, semoga semua sekolah kedinasan yang ada di INDONESIA tidak lagi menerapkan hal semacam ini, cukup dengan mempelajari materi kuliah sesuai dengan bidang nya masing2.

demikian

Terima kasih atas kunjungannya….

-ndra-

Tinggalkan komentar