HUKUM PERDATA

8 04 2008

Pada dasarnya kehidupan antara seseorang itu didasarkan pada adanya suatu “hubungan”, baik hubungan atas suatu kebendaan atau hubungan yang lain. Adakalanya hubungan antara seseorang atau badan hukum itu tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan, sehingga seringkali menimbulkan permasalahan hukum. Sebagai contoh sebagai akibat terjadinya hubungan pinjam meminjam saja seringkali menimbulkan permasalahan hukum. Atau contoh lain dalam hal terjadinya putusnya perkawinan seringkali menimbulkan permasalahan hukum.

Ketentuan mengenai hukum perdata ini diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) atau lebih dikenal dengan BW (Burgelijke Wetboek).

Hukum perdata merupakan hukum yang meliputi semua hukum “Privat materil”, yaitu segala hukum pokok yang mengatur kepentingan-kepentingan perseorangan. Hukum perdata terdiri atas :

a. Hukum Perkawinan

Perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal-hal yang diatur dalam hukum perkawinan adalah :

1. Syarat untuk perkawinan

2. Pembatalan perkawinan

3. Hak dan kewajiban suami istri

4. Percampuran kekayaan

5. Perjanjian perkawinan

6. Perceraian

7. Pemisahan kekayaan

b. Hukum Kekeluargaan

Hukum kekeluargaan mengatur tentang :

a. Keturunan

b. Kekuasaan orang tua (Outderlijke mactht)

c. Perwalian

d. Pendewasaan

e. Curatele

f. Orang hilang

c. Hukum Benda

1. Tentang benda pada umumnya

Pengertian yang paling luas dari perkataan “Benda” (Zaak) ialah segala sesuatu yang dapat dihaki oleh orang.

2. Tentang hak-hak kebendaan :

a) Bezit,

ialah suatu keadaan lahir, dimana seorang menguasai suatu benda seolah-olahkepunyaan sendiri, yang ole hukum diperlindungi, dengan tidak mempersoalkan hak milik atas benda itu sebenarnya ada pada siapa.

b) Eigendom,

ialah hak yang paling sempurna atas suatu benda seorang yang mempunyai hak eigendom (milik) atas suatu benda dapat berbuat apa saja dengan benda itu (menjual, menggadaikan, memberikan,, bahkan merusak)

c) Hak-hak kebendaan di atas benda orang lain,

Ialah suatu beban yang diletakkan di atas suatu pekarangan untuk keperluan suatu pekarangan lain yang berbatasan.

d) Pand dan Hypotheek,

Ialah hak kebendaan ini memberikan kekuasaan atas suatu benda tidak untuk dipakai, tetapi dijadikan jaminan bagi hutang seseorang.

e) Piutang-piutang yang diberikan keistimewaan (privilage)

Ialah suatu keadaan istimewa dari seorang penagih yang diberikan oleh undang-undang melulu berdasarka sifat piutang.

f) Hak reklame,

Ialah hak penjual untuk meminta kembali barang yang telah dijualnya apabila pembeli tidak melunasi pembayarannya dalam jangka waktu 30 hari.

d. Hukum Waris

1. hak mewarisi menurut undang-undang

2. menerima atau menolak warisan

3. perihal wasiat (Testament)

4. Fidei-commis

Ialah suatu pemberian warisan kepada seorang waris dengan ketentuan, ia wajib menyimpan warisan itu dan setelah lewat suatu waktu atau apabila si waris itu sendiri telah meninggal warisan itu harus diserahkan kepada seorang lain yang sudah ditetapkan dalam testament.

5. legitieme portie

ialah suatu bagian tertentu dari harta peninggalan yang tidak dapat dihapuskan oleh orang yang meninggalkan warisan.

6. perihal pembagian warisan

7. executeur-testamentair dan Bewindvoerder

ialah orang yang akan melaksanakan wasiat.

8. harta peninggalan yang tidak terurus

e. Hukum Perikatan

Ialah suatu perhubungan hukum antara dua orang atau dua pihak, berdasarkan mana pihak yang satu berhak menuntut sesuatu hal dari pihak yang lain, dan pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu. Hukum perikatan terdiri atas :

1. Perihal perikatan dan sumber-sumbernya

2. Macam-macam perikatan

3. Perikatan-perikatan yang lahir dari undang-undang

4. Perikatan yang lahir dari perjanjian

5. Perihal resiko, wanprestasi dan keadaan memaksa

6. Perihal hapusnya perikatan-perikatan

7. Beberapa perjanjian khusus yang penting

(Sumber : http://www.konsultasihukumonline.com )

About these ads

Aksi

Information

3 responses

13 02 2010
Said

apa dan bagaimana hukuman bagi istri yang melakukan selingkuh???..

27 09 2010
ronald

jadi jika seseorang memborohkan barang kepada pengadaian dan ternyata sudah jatuh tempo bagai mana kah selanjutnya.apa kita bisa menjual barang yang di boroh kannya itu?

26 11 2010
napitupulu

Dalam dunia perkreditan,,katakanlah sepeda motor,,,
nah apa bila suatu saat konsumen menunggak kata kan lah sdh 3 bulan misalnya pd angsuran ke 5….kemudian dtg seorang kolektor mau menarik kendaraan tersebut,,tetapi konsumen tdk mau memberikan motor tsb dn tdk mau menandatangani surat kuasa tarik kendaraan dr perusahaan,,prtanyaan nya:
1.apa kah perusahaan bs mlaporkn konsumen kekantor polisi atas dsr penipuan??
2.atau sebalik ny…apabila si kolektor menarik paksa spd mtr si konsumen,,apakah si kolektor bs dilaporkan atas dsr perampasan…?
3.hukum apa yg brlaku pd si konsumen dn huk apa yg brlaku kpd si kolektor..??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: