Harga Minyak Indonesia Jauh Lebih Mahal Ketimbang Negara Lain
Dikirim Berita pada Mei 9, 2008 oleh yuhendrablogPemerintah sepertinya tetap pada pendiriannya untuk menaikan harga BBM per 1 Juni 2008 nanti. Harga biasa Premium dari Rp.4500/Ltr akan dinaikan hingga Rp.6000/Ltr dan Pertamax sekitar Rp.8700/Ltr, hal ini akan semakin menyesengsarakan masyarakat kecil tentunya. Keputusan Pemerintah Untuk menaikan harga BBM ini dipandang lebih mementingkan kepentingan negara Neoliberalis/Pro Spekulan ketimbang mementingkan Kepentingan rakyat kecil.
Di venezuela Harga BBM untuk jenis Premium berkisar Rp.450/liter , sedangkan Iran Berkisar Rp. 828/liter , Nigeria Rp. 920/Liter, Saudi Arabia Rp.1.104 /liter , di Mesir Rp.2.300/Liter dan di Malaysia Rp.4.876/liter. Jika ditinjau dari perbandingan Pendapatan Perkapita negara-Negara tersebut lebih tinggi dari negara kita. Malaysia aja sekitar 4 kali lipat dari negara kita, hal ini jelas menunjukan jelas perbedaan antara negara yang mementingkan kepentingan rakyat dengan negara yang mementingkan kepentingan Negara Neoliberalisme/Pro Spekulan Pasar yang hanya mengikuti Harga Pasar Minyak Internasional.
Pengurangan Subsidi - Subsidi BBM sebenarnya adalah hanya alasan Pemerintah untuk menaikan harga BBM, sebenarnya menurut Nazaminz dalam Forum diskusi dibeberapa Blog beliau mengutarakan
Sebetulnya hingga harga minyak Internasional menembus angka US$ 200/barrel pun Indonesia tetap untung. Jadi istilah subsidi BBM itu benar2 penipuan.
Kenapa? Itu benar kalau Indonesia 100% mengimpor minyak. Tapi Indonesia memproduksi sendiri minyak 1 juta bph. Kebutuhan 1,2 juta bph. Dan impor 0,2 juta bph (ini kalau ekspor dan impor aneh ditiadakan karena Indonesia mengekspor 500 ribu bph meski kekurangan).
Dengan biaya perolehan minyak dalam negeri US$ 15/barrel dan harga minyak Internasional US$ 200/barrel hingga total biaya untuk bbm impor US$ 215/barrel sementara harga jual sekarang Rp 4.500/liter (US$ 78/barrel) maka Indonesia tetap untung sekitar US$ 35 juta per hari.


