

ReplikDuplikJusticie – Alat bukti berupa rekaman Transkrip Pembicaraan Antasari Azhar dengan Anggoro Wijaya akan membuka babak baru penanganan kasus Antasari Azhar yang saat ini statusnya menjadi tersangka dalam pembunuhan Narsruddin.
Dalam rekaman yang dilakukan di Singapura ini Ketua KPK Non Aktif Antasari Azhar coba mencari tahu mengapa Anggoro memberikan sejumlah dana kepada oknum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berikut Transkrip rekaman pembicaraan Antasari Ashar dan Anggoro Wijaya:
Anggoro Wijaya: Kita dari Komite Tiongkok, pak. Terimakasih juga. Pertama saya berterima kasih bapak berkenan menerima saya, untuk memberi kesempatan saya untuk melapor.
Antasari: Saya ingin… artinya saya tidak mau KPK ini melenceng dari pada misinya. Silahkan….
Anggoro Wijaya: Iya pak.. Iya pak. Pertama saya ingin minta exit lapor mengenai SKRT-nya proyek ini. Jadi proyek ini merupakan sistem komunikasi radio terpadu Departemen Kehutanan. Saya mulai ngurus ini sejak tahun 1986. Waktu itu, menterinya Pak Sujarwo. Waktu penggeledahan tgl 29 Juli, saya masih di China. Saya tidak berada di Indonesia. Pada hari penggeledahan itu, ada family saya langsung menelpon saya. Family saya ini pernah saya tolong di Surabaya. Nah… Sekarang dia ingin membalas saya, karena selama ini tidak sempat untuk membalas. Kebetulan dia kenal ama pak ***, ***,***karena beliau-beliau ini pernah di Jawa Timur. Menurut pengakuan dia (family saya), dia sudah mengatur Rp 6 miliar untuk ****..penyidik dan juga sopir-sopirnya, waktu menggeledah itu, pak.
Baca entri selengkapnya »
Komentar Terakhir